SUARA USU
Kabar SUMUT

Pengaruh Strategi Pemasaran “Marketing Mix” Terhadap UMKM Tahu Walik

 


Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP USU melakukan mini riset secara berkelompok yang beranggotakan (Cindy Manik, Milenia Ginting, Setia Sihaloho, Afifah, Miftahul, Winnie, dan Josua) pada Tahu Walik Mba Sri Lubuk Pakam, yang diajar langsung oleh Onan Marakali Siregar M.Si, penelitian tentang Pengaruh Strategi Pemasaran “Marketing Mix” Terhadap UMKM Tahu Walik Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Masa pandemi COVID – 19.

 


“Pengaruh Strategi Pemasaran “Marketing Mix” Terhadap UMKM Tahu Walik Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Masa Pandemi COVID – 19”

Kuliner di Indonesia memang banyak sekali ragamnya, apalagi dengan kekayaan cita rasa yang dimiliki oleh warisan Nusantara yang menjadikan wisata kuliner Indonesia sangat diminati oleh semua wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID -19 sangat mempengaruhi dampak negatif untuk sektor ini apalagi UMKM. Salah satu contoh UMKM yang terkena dampak negatifnya adalah tahu walik yang dikelola oleh Mbak Sri yang menjadi pelopor Tahu Walik pertama di Lubuk Pakam.

Awalnya sebelum masa pandemi ini terjadi penjualan sangat meningkat pesat dan permintaan pasar melonjak, namun setelah adanya COVID – 19 penjualan mulai menurun apalagi karena banyaknya saingan dalam perdagangan. Namun Mbak Sri memiliki strategi jitu untuk membuat pelanggannya merasa nyaman dan malah menambah pelanggan baru lagi.

“Awal-awal pandemi memang sulit ya, karena pelanggan saya yang kebanyakan anak sekolah jadi tidak bisa beli lagi karena mereka diliburkan, tapi setelah berjalan cukup lama akhirnya saya bisa lancar lagi karena harga yang terjangkau dan jaminan rasa yang mantap jadi orang yang tadinya hanya coba-coba beli akhirnya ketagihan dan jadi pelanggan saya,” ujar Mbak Sri saat diwawancarai di outlet tahu walik Jl. KH. Ahmad Dahlan, Lubuk Pakam, 15 Januari 2021.

Setelah ditelusuri ternyata Mbak Sri menerapkan strategi marketing mix untuk menarik hati pelanggannya, di mana strategi ini meliputi 4 point penting yang menjadi pokok utama penjualan yaitu product, price, place, promotion. Pertama Product, tahu walik yang dikelola Mbak Sri memiliki ciri khas unik yang tidak dimiliki oleh tahu walik lain, karena Mbak Sri menggunakan daging ikan untuk membuat adonan baksonya menjadi unik dan lebih nikmat sehingga pelanggan lebih tertarik untuk membeli tahu walik yang dijual oleh Mbak Sri.

“Ada sih niat kita untuk bikin varian rasa baru tetapi saya masih lihat situasinya dulu, kalau masih pandemi seperti ya tidak memungkinkan untuk variasi baru karena pasti menambah modal dan kalau tidak habis dalam sehari saya bisa rugi karenakan ini tahunya tidak tahan kalau berhari,” ujar Mbak Sri.

Selanjutnya, Price. Harga jual untuk 1 tahu walik adalah Rp. 1.000 di mana outlet lain menjual perporsi 10.000 dengan potongan 7 pcs saja, sehingga membuat pelanggan lebih merasa hemat untuk membeli tahu walik mbak sri.

“Tapi ya kemungkinan ada perubahan harga kedepannya jika bahan baku ikut naik tapi sebisanya kita pertahankan segini dulu sih,” ujar Mbak Sri.

Selanjutnya, Place. Tempat yang dipilih Mbak Sri sangat strategis karena berada di pinggir jalan yang mudah terlihat oleh banyak orang. Terakhir adalah promosi. Setiap pembelian 10 box, Mbak Sri akan memberikan bonus 1 box untuk pelanggannya.

“Semoga aja ya mbak dalam waktu dekat ini kita bisa buka cabang outlet tahu walik Mbak Sri di berbagai daerah soalnya banyak juga yang minta saya untuk buka cabang, tapi lagi-lagi harus liat situasi karena modalnya juga lumayan mbak “.

Adanya keinginan Mbak Sri untuk memperluas bisnis ini sangat besar namun dalam situasi pandemi ini owner harus lebih memperhatikan tingkat penjualannya terlebih dahulu dan menekan harapannya untuk bisa membuka cabang di berbagai daerah.

Dengan adanya strategi bauran pemasaran ( marketing mix ) yang diterapkan oleh Mbak Sri semoga usaha ini bisa terus meningkat dan memiliki kesuksesan untuk membuka cabang di berbagai daerah setelah pandemi ini berakhir.

Tim penulis:

Setia S. Sihaloho                              ​170907074

Winnie Winosa Tjandra​                   170907081

Cindy Megasari Manik                    ​170907109

Miftahul Mutiara Safni​                    170907115

Milenia De La Rosa Ginting​            170907118

Afifah Ainurrohmah I.F​                   170907125

Joshua Alexander Lubis​                 170907132

Related posts

Kawal Transparansi dalam Proses Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya dan Ruang Terbuka Hijau

redaksi

Siap Hadapi Globalisasi, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Tanamkan dan Tingkatkan Pengetahuan Bahasa Inggris ke Anak-Anak Panti Asuhan!

redaksi

Satu Tahun DEM Sumut: Teken MoU dengan Pesantren Tertua di Pulau Sumatra

redaksi