Home Tulisan Penyadaran Pentingnya Pendidikan pada Anak di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia
Tulisan

Penyadaran Pentingnya Pendidikan pada Anak di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia

Share

Oleh: Johanes Hia

Suara USU, Medan. Pada tanggal 1 Oktober 2025, telah terlaksana kegiatan praktikum berupa intervensi di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia yang terletak di Jl. Gendang No.20, Titi Rantai, Kec. Medan Baru. Kegiatan intervensi dilaksanakan oleh Johanes Hia (220902037) dengan upaya penyadaran akan pentingnya pendidikan terhadap anak di panti asuhan tersebut. Pada kegiatan ini, Dr. Agus Suriadi, S.sos, M.Si menjadi dosen pendamping lapangan yang berperan sebagai mentor dalam berlangsungnya kegiatan intervensi. Adapun yang supervisor lembaga terkait ialah Syahrulman Bahari Ndruru, S.Pi, selaku  Ketua Pembina Panti Asuhan Universal Anak Indonesia. Kegiatan ini memberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menjadi wadah untuk belajar menjadi pekerja sosial yang terampil di masa depan. Kegiatan ini, juga memberikan kesempatan untuk belajar menerapkan teori yang telah dipelajari sepanjang masa perkuliahan ke dalam praktik langsung di lapangan.

Panti Asuhan Universal Anak Indonesia adalah salah satu panti asuhan yang berada di Kota Medan, dengan tujuan untuk menaungi, merawat, membina, dan mencerdaskan anak-anak yang membutuhkan. Di panti asuhan ini, kegiatan praktikum yang berfokus untuk memberikan penyadaran akan pentingnya pendidikan kepada anak panti asuhan akhirnya dilakukan. Anak panti asuhan yang menjadi klien mengalami permasalahan menyangkut pendidikan, dimana ia masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan berhitung. Anak tersebut kurang memahami akan pentingnya pendidikan dalam jangka panjang, padahal seyogyanya pendidikan adalah fondasi untuk mencapai masa depan yang baik. Oleh karena itu, anak tersebut menjadi objek dalam kegiatan intervensi di panti asuhan tersebut. Berikut beberapa kegiatan yang diterapkan, dalam upaya intervensi:

  1. Engagement and Intake Contract 

Tahapan ini merupakan tahapan awal di dalam kegiatan intervensi. Pada kegiatan awal, anak masih cenderung tertutup dan belum memberikan kepercayaan kepada praktikan pekerja sosial. Melalui pendekatan yang persuasif dan empatik, pada akhirnya anak tersebut mulai terbuka, hingga anak tersebut menyetujui untuk bersedia mengikuti kegiatan intervensi. Oleh karena itu, praktikan pekerja sosial dan anak panti asuhan sebagai klien, menyetujui untuk menandatangani kontrak layanan. 

2. Assessment (Asesmen)

Pada tahap asesmen, praktikan pekerja sosial menarik garis besar dari permasalahan yang dialami oleh klien. Dalam proses ini diketahui, bahwa klien kurang memahami akan pentingnya pendidikan dan memiliki keterbatasan di dalam dunia pendidikan, yaitu tidak bisa membaca dan berhitung dengan baik. Oleh karena itu, berdasarkan hasil asesmen tersebut, praktikan pekerja sosial berencana untuk merancang kegiatan yang berfokus pada penyadaran akan pentingnya pendidikan.

3. Planning (Perencanaan)

Pada tahap ini, dilakukan perancangan kegiatan intervensi yang akan dilaksanakan dengan hasil asesmen menjadi dasar dari kegiatan intervensi yang akan dilaksanakan. Berdasarkan hasil asesmen, maka kegiatan yang akan dilakukan terhadap klien, yaitu:

  • Edukasi dan motivasi mengenai pentingnya pendidikan melalui video animasi;
  • Pengenalan terhadap huruf dan angka;
  • Pohon harapan.

4. Intervention (Intervensi)

Tahap ini merupakan tindakan utama yang dilaksanakan di dalam kegiatan penyadaran akan pentingnya pendidikan. Berikut kegiatan yang dilaksanakan:

  • Proses pemberian edukasi mengenai pentingnya pendidikan melalui video animasi yang diberikan kepada anak panti asuhan selaku klien;

  • Pengenalan terhadap huruf dan angka untuk meningkatkan pengetahuan klien, sehingga klien dapat melangkah pada tahap selanjutnya;

  • Membuat Pohon Harapan, untuk meningkatkan motivasi anak di dalam dunia pendidikan, dan dapat mengerti bahwa untuk mencapai masa depan yang baik, maka diperlukan fondasi pendidikan yang baik pula.

5. Terminasi

Tahap ini merupakan kegiatan akhir dari proses intervensi yang dilaksanakan, karena tujuan dari perencanaan yang dirancang telah tercapai. Pengakhiran kegiatan dilakukan oleh praktikan pekerja sosial bersama dengan anak panti asuhan selaku klien.

6. Evaluasi

Setelah melalui berbagai rangkaian proses intervensi pada anak panti asuhan terkait, berikut hasil evaluasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kondisi Awal:

  • Sikap yang tertutup dan kurang responsif; 
  • Kurang pemahaman tentang pentingnya pendidikan; 
  • Motivasi belajar yang rendah. Anak masih kurang inisiatif untuk melaksanakan kegiatan belajar mandiri;
  • Kurang percaya diri.

Kondisi Setelah Intervensi Terlaksana:

  • Anak lebih terbuka dan kooperatif. Setelah melalui pendekatan yang empatik, anak mulai merasa nyaman dalam berinteraksi dengan praktikan pekerja sosial tanpa adanya tekanan ataupun paksaan;
  • Meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Anak mulai memahami bahwa pendidikan adalah hak dan fondasi untuk menuju masa depan yang baik;
  • Motivasi belajar meningkat. Anak mulai melaksanakan pengerjaan tugas secara mandiri tanpa paksaan dan memilki minat terhadap hal tertentu tanpa adanya keterpaksaan;
  • Kepercayaan diri yang bertambah. Anak mulai aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan mengungkapkan pendapatnya selama kegiatan intervensi berlangsung.

Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan memberi pengalaman praktik lapangan sebagai bekal sebagai calon pekerja sosial. Kelancaran proses intervensi juga tidak terlepas dari keterlibatan Dr. Agus Suriadi S.Sos., M.Si selaku dosen pendamping lapangan yang telah memberikan arahan selama kegiatan praktikum berlangsung. Terimakasih juga disampaikan untuk Bapak Syahrul Bahari Ndruru, S.Pi selaku supervisor lembaga di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia yang telah memberi kepercayaan, sehingga pengalaman intervensi dapat menjadi wadah menggali potensi diri yang optimal.

 

Artikel ini adalah publikasi tugas Praktikum Kesejahteraan Sosial dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos., serta Dosen Supervisi Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.