Home Kabar Kampus Prosesi PKKMB 2025 Fakultas Pertanian USU, Tanam Pohon Mangga sebagai Simbol Berkelanjutan
Kabar Kampus

Prosesi PKKMB 2025 Fakultas Pertanian USU, Tanam Pohon Mangga sebagai Simbol Berkelanjutan

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Lucy Kezia Simarmata, Alya Nayla Sahirah

Suara USU, Medan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat fakultas tahun 2025 di hari pertama, dengan mengusung tema Smart Agriculture. Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Vindy Rilani Manurung S.Pi,M.P., ketua pelaksana yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan.

Kegiatan ini diikuti oleh 916 mahasiswa baru dari enam program studi, yakni Teknik Pertanian Biosistem, Agribisnis, Agroteknologi, Manajemen Sumber Daya Perairan, Peternakan, dan Teknologi Pangan. Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar di GEMA (Gelanggang Mahasiswa), tahun ini acara berlangsung di lingkungan Fakultas Pertanian. Panitia berharap lokasi ini dapat memudahkan mahasiswa baru untuk mengenal secara langsung fasilitas dan suasana perkuliahan.

Acara pembuka PKKMB dimeriahkan dengan penampilan tari persembahan yang dibawakan oleh para kakak tingkat. Setelah itu, dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S., dalam sambutannya memperkenalkan jajaran dosen dan tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian, serta memaparkan visi Fakultas Pertanian yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di bidang pertanian berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya ketekunan dalam menjalani perkuliahan. Ia mendorong mahasiswa baru untuk berkomitmen meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Prosesi Pembukaan PKKMB 2025 ditandai dengan penanaman pohon mangga secara simbolis yang melambangkan makna keberlanjutan lingkungan. Ide ini lahir dari tema nasional “Bebas Sampah” yang diusung oleh Kementerian. Awalnya panitia berencana menanam pohon sawo, tetapi karena sulit diperoleh, pohon mangga dipilih sebagai alternatifnya. Penanaman ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dengan menghasilkan oksigen, memberikan keteduhan, sekaligus menjadi simbol bahwa Fakultas Pertanian mampu menghasilkan produk dari pohonnya sendiri.

“Memang saat ini kita tuh harus menurunkan emisi karbon, makanya kita menanam pohon supaya tinggi oksigen, kemudian untuk peneduhan, supaya sebagai simbol gitu, ya, bahwa kita pertanian menghasilkan produk atau buah-buahan dari pohonnya sendiri,“ jelas Vindy Rilani Manurung S.Pi, M.P, ketua panitia Fakultas Pertanian, saat diwawancarai oleh Suara USU.

Dengan mengangkat konsep Smart Agriculture, panitia memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pertanian kepada mahasiswa. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber tambahan dari kalangan alumni sukses di bidang perikanan dan peternakan. Mereka berbagi pengalaman tidak hanya sebagai pekerja di sektor pertanian, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Meski sempat terkendala keterlambatan akibat proses mobilisasi peserta dan kekurangan tenda karena tingginya antusiasme, panitia berupaya menambah fasilitas agar kegiatan berjalan lancar. “Mungkin karena mobilisasi, kita juga banyak. Akhirnya sampai ada satu jam lebih ya molornya. Karena ini juga banyak sekali gitu, ga nyangka sampai melebihi. Padahal kita udah ancang-ancang bahwasanya satu petak ini bisa sampai 40 atau 50 mahasiswa, tapi ternyata lebih gitu. Tapi nanti Insyallah akan ditambah ya, “ tambahnya.

Vindy juga berharap mahasiswa baru tidak sekadar hadir di kampus untuk duduk di kelas, tetapi juga aktif mengembangkan kompetensi melalui berbagai kegiatan. Mahasiswa harus dimotivasi dan didampingi agar mampu mencapai kompetensi, kreatif, serta tidak mudah menyerah “Kreatifitas itu harus digali, jangan menyerah, karena kita sebagai mahasiswa kalau hanya kuliah saja rasanya tidak memberikan pengaruh nyata, jadi lebih bagus kita gali potensi dengan apa yang ada pada diri kita”, tuturnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke sesi ISHOMA (istirahat, sholat, dan makan). Pada sesi ini, peserta dibagi ke lokasi yang berbeda sesuai agama masing-masing. Mereka duduk bersama dalam kelompok yang seagama, lalu secara khidmat menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. Momen ini menjadi salah satu sesi yang cukup spesial, karena memperlihatkan bagaimana seluruh peserta dapat beribadah dengan tenang dan saling menghormati perbedaan keyakinan. Kebersamaan dalam keberagaman ini menjadi lambang toleransi yang erat di lingkungan kampus.

Redaktur: Muhammad Halim

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.