SUARA USU
Buku

Public Feelings and Other Acts: Kegelisahan Banyak Orang

Oleh: Wirayudha Azhari Lubis

Suara USU, Medan. Membaca buku tentu saja menjadi hobi dari sebagian orang, namun sebagian lainnya merasa bahwa membaca buku adalah sebuah kegiatan yang membosankan. Setelah hampir setengah tahun lebih tidak menamatkan judul buku, kali ini saya mencoba memulai tahun 2022 dengan kebiasaan baik kembali.

Sore di bulan januari, sepulang dari kampus, mencoba menyinggahi salah satu toko buku di kota ini. Untuk kembali meningkatkan gairah membaca, saya memutuskan untuk mencari buku bacaan terlebih dahulu. Tak perlu muluk-muluk harus memiliki isi yang wah, mendapatkan sebuah buku yang memorable saja sudah cukup seharusnya. Karena membaca dan menamatkan buku tak akan pernah sia-sia.

Mampir di sebuah toko buku, merilis rak demi rak, saya teralih sebuah buku bersampul putih dengan judul berwarna abu-abu “Public Feelings”. Jujur saja, saya bukan tipikal orang yang menghampiri toko buku dengan tujuan mencari buku yang sudah saya riset sebelumnya. Saya tipikal orang yang mendekati toko buku untuk mencari buku random, dan tentu saja mencari terlebih dahulu.

Public Feelings, buku ini saya temukan di rak mencoba melihat social and self improvement, sedikit saja isi dari buku ini, karena kebetulan plastiknya sudah terbuka. Baru 2 halaman pertama, rasanya sudah langsung melihat membungkus dan membawa pulang buku ini.T anpa perlu pikir panjang lagi, setelah membolak balik buku ini, saya putuskan untuk ke kasir dan langsung mengirimkan pengiriman buku ini.

Public Feeling and Other Act adalah sebuah buku yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dengan seorang penulis bernama Ray Shabir. Ray Shabir adalah seorang model asal Indonesia. Buku ini ditulis Ray sebagai salah satu buku yang saya sendiri pun bingung untuk menyimpulkan genre dari buku ini.

Mungkin buku ini adalah sebuah Otobiografi seorang Ray Shabir, karena semuanya menceritakan kisahnya dalam perjalanannya ke New York. Lewat Buku ini, Ray Shabir mencoba mengungkap kegelisahan yang dialaminya pada usia remaja, tepatnya setelah lulus dari bangku perkuliahan menuju usia kerja.

Public Feelings dikemas dengan nuansa dan isi yang sangat menarik, kalian akan terus penasaran dan tidak akan bosan untuk terus meningkat hingga akhir. Bagaimana tidak, buku ini dibuat sedemikian rupa dengan layout dan visual yang sangat memanjakan mata. Kalau bahasa sekarang, buku ini sangat estetik. Tidak terlalu banyak narasi, namun buku ini berhasil menyampaikan isi yang diharapkan penulis dengan sangat tepat.

Public Feelings ini juga tambah menarik dengan susunan bahasanya yang sangat sastrawi, meskipun buku ini dituliskan dalam Bahasa Inggris, akan tetapi sangat mudah untuk dihayati. Susunan bahasa yang menarik menjadikan saya sendiri tidak bosan dan sangat penasaran untuk benar-benar membaca buku ini dalam 2 malam saja.

Public Feelings sendiri disusun dengan beberapa bab sesuai dengan urutan kejadian yang dialami oleh Ray sendiri. Buku ini dimulai dengan judul “Perang Pribadi” di bab pertama. Di sinilah awal kegelisahan Ray atas usia remajanya.

Ia menyebut “Center Stage” pada satu ungkapan ia menyebutkan bahwa ia terlalu nyaman dengan usianya yang terlalu muda dan terlalu tua dalam satu waktu. Lalu melanjut ke bab selanjutnya yang diberi Judul “Dessert In The Sky” pada bab inilah mata kalian akan sangat dimanjakan dengan layout yang menurut saya sendiri sangat-sangat bagus.

Pada bab ini, Ray menceritakan kegelisahannya tentang dirinya yang tak habis-habisnya mengikuti wawancara di berbagai perusahaan, namun beberapa teman sudah sangat berbeda dengan dirinya sendiri.Pada satu kesempatan ia mencoba untuk terbang pergi ke New York mencari identitas sebenarnya dari dirinya.

Lalu untuk bab-bab selanjutnya ia menceritakan bagaimana ia menghadapi kegelisahannya, berteman dengan banyak orang baru, dan merasakan banyak sekali hal baru.

Di antara banyak sekali Bab dalam buku ini, “Nighttime Attitudes” berhasil menjadi Bab Favorit yang bisa teman-teman baca. Ray terlalu jujur ​​untuk mengungkapkan kegelisahannya hingga tak jarang berhasil membuat kita teralihkan dengan kegelisahan yang kita alami sendiri. Dan pada Bab “Nighttime Attitudes” pada bab ini kalian akan merasakan yang sangat luar biasa.

Buku ini benar-benar cocok untuk Anda yang sudah tidak menamatkan buku apapun, memulai dengan membaca buku ini akan meningkatkan gairah membaca kamu. Benar saja, setelah menamatkan buku ini, saya sendiri benar-benar ingin membaca lebih lanjut buku-buku lainnya.

Memulai suatu kebiasaan tentu saja harus dimulai dengan hal yang mudah terlebih dahulu bukan. Jadi bagaimana? kamu tertarik dengan buku ini?

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Terciduk, Kisah-Kisah Inspiratif dari Kelas Sosiologi

redaksi

Sketsa Mendung, Adaptasi Visual Novel Raditya Dika

redaksi

You Can Heal Your Life Tentang Transformasi Pikiran Menuju Kesejahteraan Emosional

redaksi