SUARA USU
Opini

Rawan Begal, Mengapa Hal Demikian Bisa Terjadi?

Oleh: Siti Annisa

Suara USU, Medan. Belum lama ini, kejahatan begal mulai menjadi topik hangat bagi masyarakat di Kota Medan. Mereka menjadi lebih khawatir dan was-was. Bagaimana tidak? Begal merupakan tindakan kejahatan yang berupaya untuk merampas hak dan keamanan individu secara paksa. Aksi ini seringkali berkaitan dengan motif pengendalian dan kekuasaan. Para pelaku ingin merampas kendali atas situasi dari orang yang mereka serang, memberi mereka rasa kuasa, dan dominasi atas korban mereka.

Salah satu motif utama dibalik aksi begal, yaitu memperoleh keuntungan finansial. Para pelaku kejahatan ini berusaha merampas barang berharga milik korban seperti uang tunai, ponsel, perhiasan, dan kendaraan yang dipakai korban. Hasil rampasan itu nantinya bisa mereka jual atau dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Akan tetapi, ada juga pelaku begal yang melakukan aksi tersebut hanya untuk kegembiraan atau kepuasaan psikologis tertentu bagi mereka. Mereka menganggap bahwa dengan merampas milik orang lain, dapat memberikan sensasi tersendiri seperti merasa berkuasa.

Melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Jumlah Kejadian Kejahatan Terhadap Fisik atau Badan menurut Polda atau Provinsi tahun 2021, menunjukkan Provinsi Sumatera Utara berada pada peringkat pertama dengan jumlah kejadian sebanyak 4.287 kejadian.

sumber gambar: bps.go.id

Adapun tertulis dalam data publikasi BPS tahun 2022, menyebutkan kejahatan dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:

  1. Target dari kejadian kejahatan (orang, harta benda, ketertiban umum, negara, dan sebagainya).
  2. Tingkat keseriusan kejahatan (kejahatan terhadap nyawa, kejahatan terhadap fisik, kejahatan terhadap hak milik/barang, dan sebagainya).
  3. Bagaimana kejahatan tersebut dilakukan (kejahatan terhadap hak/milik dengan penggunaan kekerasan, kejahatan terhadap hak milik/barang tanpa kekerasan, dan sebagainya).

Kejahatan begal di Sumatera Utara, lebih tepat nya di Kota Medan, menunjukkan tingkat kekerasan yang tinggi. Seringkali juga dilakukan dengan menggunakan senjata tajam atau kekerasan fisik lainnya. Hal ini dapat mengancam kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, yaitu menciptakan ketidakamanan dan ketakutan di kalangan masyarakat.

Sebagian dari para pelaku aksi begal di Kota Medan, juga dilakukan oleh remaja dibawah umur. Lantas, Apakah pembegalan adalah bentuk dari kenakalan remaja? Seperti yang dilansir dari salah satu Jurnal Sekretariat Jenderal DPR RI, yaitu disebutkan bahwa dalam proses mencari jati dirinya, remaja membenturkan ide dan nilai-nilai untuk menemukan identitasnya. Remaja yang terpapar contoh-contoh perilaku agresif dan menyimpang memiliki kecenderungan untuk menirunya. Dalam kasus begal remaja, pelaku mendapatkan inspirasi dari kasus-kasus begal yang sulit terpecahkan oleh pihak berwenang, yang bahkan meskipun tertangkap, begal hanya mendapat hukuman yang ringan.

Dalam hal ini, perlunya peran dan upaya dari berbagai pihak dalam menanggulangi pembegalan yang dilakukan oleh para remaja di bawah umur. Dilansir dari Jurnal Elga Andina, yang berjudul “Kejahatan Sadis Remaja oleh Remaja”, memaparkan upaya apa saja yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Kasus pembegalan oleh remaja perlu ditangani secara sistematis dan komprehensif. Perlu diutamakan konsistensi dari berbagai pihak terkait, baik dalam hal pencegahan maupun penyelesaian.
  2. Upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan pendidikan moral kepada remaja mengenai kasih sayang, teladan cara berperilaku, dan kemampuan menghargai dirinya sendiri.
  3. Secara sistem, perlu ditekankan pelaksanaan kurikulum berbasis pendidikan karakter. Selain itu, sosialisasi melalui berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, ditambah dengan pesan-pesan positif di sosial media merupakan bentuk nyata yang harus disebarkan setiap anggota masyarakat. Setiap individu sejatinya bertanggung jawab untuk menyebarkan nilai-nilai positif dalam kehidupan nyata dan dalam jaringan.

Redaktur: Atika Larasati


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Apakah Kelas Ganti pada Saat Weekend Efektif untuk Dilaksanakan?

redaksi

Berilmu Tinggi Namun Tak Beretika

redaksi

Tugas Akhir Studi Lapangan, Penting atau Tidak?

redaksi