Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Buku

Sang Alkemis, Kisah Berkelana dan Berburu Mimpi

Penulis : Theresa Hana Karen Sidebang

“Kalau seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seisi jagat raya bahu-membahu membantu orang itu mewujudkan imipiannya.” – Sang Alkemis

Novel karya Paulo Coelho ini adalah kisah perjalanan  seorang anak laki-laki bersama semesta  menemukan impiannya. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah memiliki impian, suatu hal yang sangat ingin diwujudkan. Begitu pula Santiago, penggembala domba asal  Andalusia. Ia berkelana bersama domba-dombanya, melihat indahnya kastil-kastil tua di dataran Spanyol. Ini adalah caranya untuk berkelana sebagai seseorang yang sederhana.

Hingga suatu hari, Santiago mendaptakan mimpi yang sama berulang kali. Ia kemudmian datang kepada orang Gypsi untuk menafsirkan mimpinya. Tafsiran orang Gypsi itu menyatakan bahwa anak laki-laki itu harus pergi ke Mesir, negeri piramida-piramida untuk mendapatkan harta karun.

Perjalanan dimulai dengan keraguan, anggapan tidak masuk akal dan keinginan untuk mendapat harta karunnya menjadi dilema bagi Santiago. Keraguannya patah saat bertemu dengan seorang Raja Salem yang meyakinnya bahwa ia bisa mendapatkan harta karun itu. Anak laki-laki itu menjual seluruh dombanya dan memulai perjalanannya di Tangier, negeri di sebrang pulau.

Perjalanan Santiago membawanya bertemu banyak orang. Dimulai dengan pedagang kristal yang memberikan pekerjaan pada anak laki-laki itu saat hartanya habis dicuri. Di Tangier ia belajar banyak dari pedagang kristal, tentang mimpi yang dikubur dan hidup di zona nyaman. Santiago sempat bimbang dan hendak memilih pulang untuk menjadi gembala kembali. Tapi,  Santiago adalah seorang “penembus batas” semua kebimbanganniya terpecahkan oleh tanda-tanda alam yang tidak pernah ia abaikan.

Santiago melanjutkan perjalannya, ia harus menyebrangi padang pasir untuk sampai di Mesir. Hingga ia harus berhenti di Oasis karena terjadi perang antarsuku.  Di sini ia menemukan cintanya, ia jatuh cinta kepada wanita gurun, Fatima. Cinta ini hampir membuatnya goyah, ia hampir saja meninggalkan mimpinya dan memilih hidup bersama Fatima. Sampai ia bertemu dengan Sang Alkemis. Pertemuan Ini membawanya untuk melanjutkan perjalanan menemukan harta karunya.

Sang Alkemis menemani Santiago menyebrangi padang pasir, banyak rintangan yang mereka alami. Dialog di antara mereka berdua menekankan bagaimana mimipi bisa dicapai, bagaimana manusia dibimbing oleh suara hatinya, dan bagaimana alam semesta bahu-membahu membantu setiap manusia mencapai harta karunnya masing-masing.

Petualangan Panjang Santiago membawanya ke negeri piramida, Mesir. Hal yang mengejutkan adalah pada akhirnya harta karun itu berada di Spanyol, di kampung halamannya.

Meski begitu, perjalanan panjang Santiago tidaklah sia-sia, ia bisa melihat Piramida yang indah, ia bertemu cintanya Fatima, ia bertemu dengan Sang Alkemis yang mengajarinya cara melawan keraguan dan banyak pengalaman luar biasa yang tidak bisa ia temukan di Spanyol. Semua hal tersebut adalah salah satu harta karun yang sudah ia terima dalam petualangannya menuju Mesir.

Buku ini sering disebut buku motivasi. Dalam bayangan kita, buku motivasi adalah buku yang penuh dengan “quotes” yang sangat sering diperdengarkan di seminar motivasi. Namun dalam Novel ini, Paulo Coelho membuat alur yang unik, ia sukses menggambarkan perjalanan Santiago sebagai peraih mimpi yang hebat. Kegigihan Santiago melewati banyak keraguan diceritakan dengan cara yang khas, melalui dialog-dialog Santiago dengan setiap karakter yang ia temui.

Karya ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh kita, agar memahami cara melawan setiap ragu dalam meraih mimpi. Alur bacaan ini sangat ringan dan unik sehingga kita tidak mudah bosan untuk membacanya.

 

“Hanya ada satu hal yang membuat orang tak bisa meraih impiannya yaitu perasaan takut gagal.” – Sang Alkemis

Redaktur : Yulia Putri Hadi

 

 

 

Related posts

Coalruption, Elite Politik dalam Pusaran Bisnis Batubara

redaksi

iPusnas, Surganya E-Book Legal dan Gratis

redaksi

Chicken Soup For the Soul: Waktunya Berkembang, Ramuan Kisah Untuk Refleksi Diri

redaksi