
Reporter: Yolanda Febriana Sinaga, Nazirotun Nikmah
Suara USU, Medan. Ikatan Alumni Fisika Universitas Sumatera Utara (IKA FISIKA USU) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Fisika (IMF) sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Revolusi Industri: Masa Depan Sains sebagai Otak Penggeraknya” pada Jumat, 30 Mei 2025, di Gelanggang Mahasiswa USU, Medan. Acara ini nenarik perhatian luas, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, hingga kalangan profesional dari berbagai daerah.
Seminar yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menghadirkan pembicara nasional dari berbagai sektor, diantaranya Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU. (Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, melalui video), Dr. Sofyan Tan (Anggota DPR RI Komisi X), serta Hendra Sumiarsa, M.M., CMA., CIPM. (Dewan Pengawas Indonesia AI Society/IAIS).
Panel diskusi turut diramaikan oleh para akademisi dan profesional, seperti Prof. Dr. Masno Ginting, M.Sc. (Peneliti BRIN), Marsma TNI Dr. Ir. Savian Anugerah (Wadek-I Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan UNHAN RI), Prof. Dr. Drs. Kerista Tarigan, M.Eng.Sc. (Guru Besar Fisika USU dan Ketua Physical Society of Indonesia atau PSI), dan Ir. Thommi Haposan, MT, IPU, CRGP. (Direktur Utama PT. PLN SC Jakarta), serta Jhohanesa Silalahi, MBA. (HR Manager Stackbit & Bibit, Jakarta). Kehadiran para tokoh lintas sektor ini memperkuat seminar sebagai forum strategis untuk membahas peran penting sains dalam menghadapi era revolusi industri.
Selain seminar, IMF USU juga menggelar Olimpiade Fisika sebagai rangkaian kegiatan yang ditujukan bagi pelajar tingkat SMA. Ketua panitia sekaligus Ketua HMJ Fisika USU, Aldo Ersan Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukasi, tetapi juga bertujuan membangun social branding bagi jurusan Fisika.
“Branding ini kami arahkan dua sisi: kepada siswa SMA agar tertarik pada jurusan fisika, dan kepada pihak industri agar semakin menyadari potensi lulusan fisika,” ujar Aldo. Ia berharap kegiatan ini mampu mengubah pandangan bahwa lulusan fisika hanya terbatas menjadi guru atau dosen.“Faktanya, hampir semua sektor membutuhkan ilmu fisika. Fisika itu seperti dokter umum dalam dunia sains, fleksibel dan bisa masuk ke mana saja,” tegasnya.
Aldo menekankan bahwa acara ini penting untuk pengembangan diri mahasiswa fisika serta meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja. “Saya ingin teman-teman fisika tahu ke mana harus melangkah setelah lulus, dan mulai membangun itu dari sekarang,” ujarnya. Ia juga menambahkan peningkatan akreditasi program studi serta membangun jejaringan antar mahasiswa dan profesional.
Panitia juga melibatkan peserta dalam proses perancangan acara. “Kami sempat bertanya ke beberapa peserta, dan mereka mengatakan ikut seminar ini untuk menambah pengalaman, bukan semata-mata karena kewajiban,” tambah Aldo.
Muhammad Rafi, siswa kelas XI SMAN 1 Binjai sekaligus Juara II Olimpiade Kimia, mengaku mengikuti seminar untuk memperluas wawasan. “Saya ingin mendapatkan ilmu dari narasumber berpengalaman. Salah satu topik yang menarik bagi saya adalah pemanfaatan AI dalam kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Aisyah Wika Nur Salim, siswi SMA Swasta PAB 5 Kelumpang, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dalam seminar membuatnya semakin tertarik pada fisika, meskipun belum tentu memilih jurusan itu. Tapi setelah seminar ini, saya jadi lebih terinspirasi,” katanya.
Salah satu narasumber, Marsma TNI Dr. Ir. Sovian Aritonang, S.Si., M.Si., turut menekankan pentingnya sains dan teknologi sebagai penggerak utama pembangunan nasional. “Ilmu Saintek adalah motor penggerak. Tanpa itu, kita tidak akan mencapai kemajuan. Di luar negeri, kebutuhan akan Saintek sangat besar. Di sini, kita perlu menumbuhkan kesadaran yang sama,” ujarnya.
Seminar ini menjadi ajang penting untuk membangun jejaring antara akademisi, mahasiswa, dan profesional industri. Dengan terbukanya dialog antargenerasi, diharapkan muncul semangat baru untuk membangun bangsa melalui sains dan teknologi.
Dengan konsep edukatif dan kolaboratif, seminar ini berhasil menjadi wadah pertukaran gagasan antara pelajar, mahasiswa, akademisi, dan profesional. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Ikatan Akumni Fisika USU dalam memperkuat kapasitas dan daya saing mahasiswa serta memperkenalkan fisika kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk berpikir lebih jauh mengenai kontribusi mereka di dunia nyata, tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga dalam dinamika industri dan pembangunan nasional.
Redaktur: Nisya Augia
Leave a comment