Home Tulisan Taekwondo Tiger Binjai, Raja Arena Pemburu Medali Selalu Pulang Membawa Juara
Tulisan

Taekwondo Tiger Binjai, Raja Arena Pemburu Medali Selalu Pulang Membawa Juara

Share

Oleh: Rahma Vina

Suara USU, Medan. Project Based Learning atau biasa disingkat PBL adalah suatu metode pembelajaran yang berpusat pada proyek atau tugas nyata, dimana mahasiswa aktif menggali, mencari informasi, dan menghasilkan produk akhir pada suatu proyek yang ditelitinya. PBL bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kreativitas dan berpikiran kritis sesuai ajaran mata kuliah yang kontekstual dan bermakna. Selain itu, PBL juga menghasilkan gambaran nyata suatu dari materi pembelajaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Project Based Learning (PBL) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Program Studi Fisika, Psikologi, dan Ekonomi Pembangunan. Mahasiswi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Naila Nurul Isnaini P. (230801017), Zahra Shayla Harbaidah (230801015), Dwi Dinnur Riszki (231301092), Nadira Alya Zahra (231301022), Zahra Natasya Putri (231301016), dan Rahma Vina (230501015). Selama proses pelaksanaan, kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kessos., selaku dosen pengampu mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat.

Kegiatan Project Based Learning (PBL) dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2025 di GOR Rambung, Binjai. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi langsung dengan mewawancarai berbagai pihak yang terlibat dalam dunia taekwondo, yakni sabeum (pelatih taekwondo), atlet, orang tua atlet, serta salah satu penikmat olahraga taekwondo. Tujuan dari observasi ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai sistem pelatihan atlet yang diterapkan, guna mendukung peningkatan prestasi Taekwondo Tiger Sumatra Club.

Tiger Sumatra Taekwondo Club merupakan salah satu klub yang menonjol dalam kancah kejuaraan taekwondo, ditandai dengan keberhasilannya meraih gelar juara umum secara konsisten pada berbagai kompetisi. Konsistensi ini mengindikasikan adanya sistem pembinaan dan pelatihan yang terencana, efektif, dan berkesinambungan. Jika dibandingkan dengan klub-klub taekwondo lainnya, klub ini menunjukkan capaian prestasi yang lebih stabil dan unggul dalam setiap ajang yang diikuti. Prestasi prestasi yang dicapai oleh klub ini mencakup kejuaraan kejuaraan besar di beberapa kompetisi seperti Juara Umum 2 di Kejuaraan Pangdam 2024, Juara Umum 2 di Kejuaraan Sabuk Hitam Nusantara Championship,  Juara Umum 3 di Kejuaraan BAPOMI 2024, Juara Umum 2 di Kejurnas dan MENPORA, serta Juara Umum 2 di Kejuaraan BNNP Sumut 2024. Bahkan mereka mendapatkan Juara Umum 1 di Kejuaraan Piala Pangdam I/BB tahun 2022 (sumber: Instagram resmi @tigersumateraofficial dan dari hasil wawancara dengan sabeum Z).

Dalam hasil observasi, klub ini menjalankan program pelatihan yang terstruktur dan intensif, mencakup aspek fisik dan teknis yang dilaksanakan secara rutin pada berbagai waktu, termasuk sesi latihan siang, sore, hingga malam hari, bahkan pada akhir pekan. Selain itu, klub ini juga menunjukkan keberhasilannya dalam membina atlet sejak usia dini, yakni mulai dari rentang usia 3 hingga 6 tahun, yang telah mampu berkontribusi dalam perolehan medali. Selain itu program pembinaan pada klub ini tidak hanya berfokus pada penguatan aspek fisik namun juga mental dan penguatan karakter, sehingga atlet memiliki jiwa yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Sabeum Z pada wawancara yang kami lakukan mengatakan “di Tiger Sumatra, kami percaya bahwa juara bukan hanya soal teknik, tapi juga soal mental. Karena itu kami latih anak anak ini dengan disiplin tinggi, pagi, sore, bahkan malam, supaya mereka kuat secara fisik dan mental saat mereka bertanding.”

Selain itu atlet senior berinisial D menyatakan bahwa latihan malam dan latihan di akhir pekan yang awalnya melelahkan, justru membentuk kesiapan mental dan fisik yang lebih baik dalam menghadapi kejuaraan. Orang tua atlet  menyampaikan kepercayaannya pada sistem pelatihan klub yang mampu mencetak atlet berprestasi setiap kali mengikuti kejuaraan. Dari sisi masyarakat luar, seorang narasumber inisial R menyampaikan bahwa klub Tiger Sumatra sudah menjadi langganan podium juara umum pada setiap event taekwondo. Hal ini menunjukkan bahwa Tiger Sumatra Taekwondo Club memberikan energi positif tidak hanya ke atlet namun juga kepada keluarga, bahkan orang yang menikmati olahraga seni bela diri.

Keberhasilan Tiger Sumatera Taekwondo Club dapat dianalisis melalui teori manajemen POAC yang dikembangkan oleh George R. Terry (1958) POAC merupakan akronim dari Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, yaitu empat fungsi utama dalam manajemen. Planning merujuk pada proses penetapan tujuan dan penyusunan strategi untuk mencapainya. Organizing adalah proses pengaturan sumber daya agar rencana dapat dilaksanakan secara efektif. Actuating melibatkan pelaksanaan rencana melalui pengarahan dan motivasi terhadap anggota organisasi. Sementara itu, Controlling berfungsi sebagai proses evaluasi dan pengawasan agar aktivitas organisasi tetap sesuai dengan tujuan.

Selain melalui pendekatan manajemen, keberhasilan klub ini juga dapat dianalisis melalui teori Community Organization oleh Murray G. Ross (1967)M Teori ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Dalam kerangka ini, terdapat tiga aspek penting: Community Participation (partisipasi komunitas), Inner Resources Approach (pendekatan sumber daya internal), dan Community Capacity (kapasitas komunitas).

Tiger Sumatera Taekwondo Club menjadi representasi nyata dari penerapan teori ini. Partisipasi komunitas terlihat dari keterlibatan aktif pelatih, atlet, dan orang tua dalam setiap tahap pembinaan. Klub ini juga mengandalkan sumber daya internal baik tenaga pelatih, fasilitas, maupun pendanaan yang berasal dari dukungan komunitas sendiri tanpa ketergantungan pada bantuan eksternal. Kapasitas komunitas ditunjukkan oleh kemampuan kolektif mereka dalam membina atlet sejak usia dini hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan mental juara menjadi budaya bersama yang ditanamkan sejak awal. Kepemimpinan pelatih yang visioner turut mendorong kesadaran kritis akan pentingnya kerja sama dan komitmen jangka panjang dalam mencapai kesuksesan bersama.

Tiger Sumatera Taekwondo Club juga menunjukkan penerapan teori POAC secara efektif. Perencanaan yang matang tampak dari jadwal latihan intensif yang tersusun dari pagi hingga malam hari. Kegiatan klub diorganisasi secara sistematis, mulai dari pembagian peran pelatih, jadwal latihan, hingga penggunaan fasilitas. Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, dengan pengarahan yang konsisten dan motivasi tinggi dari pelatih kepada atlet. Selain itu, fungsi pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap atlet mencapai target latihan dan pengembangan kemampuan yang ditentukan. Kombinasi dari keempat fungsi ini mendukung tercapainya tujuan pembinaan serta prestasi atlet yang unggul.

Keberhasilan meraih Juara Umum II Kejuaraan Pangdam I/BB 2024 dan mengirim 67 atlet pada tahun 2024 menjadi bukti efektivitas sistem ini. Temuan ini memperluas kajian sebelumnya yang hanya fokus pada faktor fisik, dengan menegaskan pentingnya peran sosial dan emosional dalam membentuk atlet juara. Sistem latihan dan pembinaan di Tiger Sumatera Taekwondo Club juga menunjukkan bahwa prestasi tinggi dapat dicapai melalui perencanaan yang terstruktur, pembinaan sejak usia dini, dan keterlibatan komunitas. Model ini relevan sebagai rujukan pembinaan atlet di klub olahraga lainnya.

Dalam hasil observasi yang kelompok kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa keberhasilan Taekwondo Tiger Sumatera Club menegaskan bahwa sistem pembinaan efektif tidak semata bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga pada kekuatan komunitas yang solid. Dengan menerapkan penguatan positif dan pembinaan bertahap sejak usia dini, klub ini mampu mencetak atlet yang unggul secara konsisten, baik dalam keterampilan maupun karakter.

Sebagai penutup, kami juga ingin menyampaikan beberapa saran dan pandangan untuk pengembangan klub taekwondo ke depan. Tiger Sumatera Taekwondo Club berpotensi menjadi contoh inspiratif bagi klub-klub lain, khususnya di daerah yang sedang mengembangkan sistem pembinaan yang efisien dan berbasis potensi lokal. Dengan dukungan fasilitas yang cukup memadai serta manajemen yang solid, klub ini telah membuktikan kapasitasnya dalam mencetak atlet berprestasi.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kessos.

Daftar Pustaka

Ross, M. G., & Lappin, B. W. (1967). Community organization: Theory, principles, and practice (2nd ed.). Harper & Row.

Terry, G. R. (1958). Principles of Management. Homewood, IL: Richard D. Irwin.

 

 

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.