Sumber foto: pinterest.com
Oleh: Fatimah Roudatul Jannah
Mengapa patah lagi?
Marah lalu kau kutuk seisi bumi
Masih belum terang juga?
Kau caci maki usaha seisi bumi
Tetap tidak naik tingkat?
Kau gelagapan bersembunyi dari seisi bumi
Wahai ada apa ini?
Bahagia macam apa yang kau pinta pada Tuhan?
Sedang mengitari hidupmu hal-hal sederhana yang tidak luput dari kebaikan
Ketulusan menjumpai dalam jarak temu paling banyak dan tak terkira
Wahai bisakah kau sebut ini sia-sia?
Sedang sudah sampai bab sekian sekian kau hadapi dunia
Sedang sudah lebar tabahmu merengkuh kepatahan, memperbaiki penerangan, bertukang sendiri mencipta tangga-tangga hebat menurutmu
Sudah cukup jauh
Jangan lagi habis tenagamu berucap kotor dan sumpah serapah
Bangun saja
Bangun untuk yang kesekian kalinya
Untuk bahagia yang kesekian kalinya
Untuk rindu, air mata, dan pengorbanan yang lagi dan lagi menjadi ‘sekian’
Merayakannya-lah
Tidak masalah
Tidak masalah
Hidup tidak sia-sia
Redaktur: Yohana Situmorang
Leave a comment