SUARA USU
Sosok

Mengenang Soeharto, Anak Petani yang Jadi Presiden

source: potolawas

Oleh: Okto Mario Situmeang

Suara USU, MEDAN. Soeharto merupakan presiden kedua indonesia yang menjadi tokoh yang cukup berpengaruh dan memimpin Orde Baru dalam kurun waktu 1966-1998. Pada masa kepemimpinannya, Indonesia banyak melakukan pembangunan-pembangunan dalam segala lini, dan segala aspek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh  karena jasa-jasanya yang begitu besar terhadap pembangunan di Indonesia, Beliau dijuluki sebagai ” Bapak Pembangunan “.

Namun siapa yang menyangka, bahwa pada masa kecilnya soeharto jauh dari kehidupan yang mewah dan bahkan Soeharto bukanlah seorang anak keturunan ningrat, apalagi bangsawan. Namun dia berasal dari keluarga petani yang sederhana,dari sepasang suami istri Sukirah dan Kertosudiro, Soeharto lahir di Desa Kemusuk,Godean,Yogyakarta pada 08 Juni 1921.

Masa kecil soeharto banyak dihabiskan di pedesaan dan pada saat Beliau berumur 40 hari kedua orangtuanya bercerai, dia kemudian diasuh oleh Mbah Kromodiryo yang merupakan saudara kandung dari kakeknya hingga berusia 4 Tahun, ibunya sukirah kemudian menjemputnya untuk tinggal bersama Ayah tirinya Atmoprawiro,

Pada masa kecilnya Soeharto sering mendapatkan ejekan dari para teman-temannya oleh karena kondisi ekonominya yang melarat. Namun dengan banyaknya tantangan-tantangan hidup yang dihadapinya menjadikan Beliau terus Berproses dan tumbuh menjadi orang yang mandiri dan bijaksana.

Karier militer Soeharto saat dia menjadi prajurit KNIL (tahun 1942) atau tentara Kerajaan Hindia-Belanda, dan pada saat Jepang menduduki indonesia selama perang dunia kedua (1942-1945) Soeharto bergabung menjadi Prajurit PETA (Pembela Tanah Air)  pada saat menjadi prajurit dan Presiden RI.

Beliau banyak mengukir Sejarah dan berkontribusi untuk kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia, Soeharto pernah menjadi pemimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 ke Yogyakarta dan ketika itu Beliau masih berpangkat Letkol. 

Pada saat pemerintah indonesia masih berjuang untuk melepaskan Irian Barat dari pengaruh kolonialisme Belanda Soeharto mengemban amanah sebagai panglima operasi Mandala atas jasa-jasanya indonesia berhasil memperoleh Irian Barat pada 1 Mei 1963.

Beliau juga dikenal sebagai Tokoh yang anti Komunis dan Berperan besar dalam menumpas pemberontakan PKI pada 30 September 1965 (Gestapu), Berkontribusi untuk menjaga keutuhan dan keamanan Pancasila dan NKRI, setelah terjadinya Pemberontakan tersebut soeharto mendapatkan Mandat dari Presiden Soekarno untuk mengemban Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret)  melalui keputusan Tap MPR No IX/ 1966. Untuk memulihkan keamanan dan ketertiban dan membentuk kabinat Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat)    peristiwa ini merupakan tonggak penting Lahirnya Orde Baru.

Pada masa kepemimpinannya Soeharto Fokus pada pengembangan indra dan peningkatan kualitas perekonomian hal ini ditandai dengan adanya Pelita I (1969-1974) semasa memimpin indonesia Kebijakan Presiden Indonesia cenderung memihak kepada kaum petani, hal ini tidak lepas dari latar belakang beliau yang merupakan anak seorang petani. Puncaknya pada tahun  1984 indonesia mengalami Swasembada Beras, dan Mendapatkan penghargaan dari FAO. Pada masa kepemimpinannya Indonesia mendapatkan julukan Sebagai “Lumbung Padi Asean “. Soeharto mengakhiri kekuasaannya pada 21 Mei 1998  dan digantikan oleh Presiden BJ Habibie.

Meskipun mengakhiri kepemimpinannya dengan terseok-seok, jasa beliau sebagai tokoh publik dan Bapak Pembangunan masih sangat layak untuk dikenang dan dihargai. Di zaman Beliau, rakyat kecil dan petani mendapat atensi dan pelayanan sosial yang lebih baik. Atas pembangunan dan peran yang ia berikan, sudah selayaknya Soeharto mendapat apresiasi dari kita semua, rakyat Indonesia.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

 

Related posts

Nadiem Makarim, Menteri Termuda Kabinet Indonesia Maju Jebolan Harvard

redaksi

Mahmud Mulyadi, Si Dosen Nyentrik Ahli Pidana Terkenal Dari Fakultas Hukum USU

redaksi

Mengabdi Saat Pandemi ala Azhari

redaksi