
Oleh: Nadira Arfan
Suara USU, Medan. Pola makan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kualitas hidup manusia. Namun sering kali hal ini diabaikan oleh orang-orang, tak terkecuali mahasiswa. Clean eating adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan yang belum melalui banyak proses pengolahan makanan. Sumber makanan dalam pola makan clean eating mengutamakan makanan utuh atau makanan alami, seperti buah dan sayuran.
Makanan cepat saji (junk food) tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang menerapkan diet ini. Hal ini dikarenakan makanan cepat saji mengandung banyak bahan pengawet dan gula tambahan. Clean eating menganjurkan agar kita memasak sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan organik dan segar.
Clean eating sebagai salah satu pola makan, pertama kali dipopulerkan oleh Tosca Reno dalam bukunya yang bertajuk The Eat-Clean. Selanjutnya, banyak influencer di berbagai platform media sosial yang ikut menyebarkan informasi tentang pola diet ini.
Dikutip dari Alodokter, panduan menjalani clean eating termasuk memilih sumber karbohidrat yang padat nutrisi, mengonsumsi sayur dan buah, memilih sumber protein rendah lemak, memperhatikan asupan garam dan gula tambahan, menghindari produk makanan yang mengandung bahan buatan, serta menghidrasi tubuh dengan cukup.
Beberapa produk yang telah diberikan label alami bisa saja masih mengandung pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Untuk itu diperlukannya penelusuran lebih lanjut untuk memastikan semua bahan yang terkandung dalam produk tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membaca label pada kemasan makanan dengan teliti. Dalam penerapan clean eating, konsumsi makanan dengan daftar bahan sederhana dan bebas pengawet atau zat aditif pada label.
Menurut Inge Tumiwa-Bachrens dalam bukunya yang berjudul Eating Clean, pola makan clean eating menawarkan berbagai manfaat, seperti:
- Berat badan ideal sesuai dengan komposisi BMI (Body Mass Index)
- Massa dan kekuatan otot bertambah
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Tubuh lebih berenergi
- Meningkatkan kadar kolestrol baik dalam tubuh
- Mengontrol tekanan darah
Selain memberikan manfaat untuk diri sendiri, penerapan pola hidup sehat juga dapat memberikan efek positif kepada lingkungan sekitar kita. Bagi orang-orang yang menerapkannya, beraktivitas menjadi lebih menyenangkan dan terstruktur. Untuk mencapai gaya hidup sehat, pola makan yang baik tentunya juga harus disertai oleh olahraga teratur.
Mahasiswa, terutama mereka yang tinggal sendiri, sering kali mengonsumsi makanan olahan sebagai pilihan makanan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri bahwa makanan olahan seperti frozen food, sosis, dan nugget memang menjadi pilihan yang paling praktis. Namun, makanan-makanan seperti itulah yang umumnya banyak mengandung zat aditif atau pengawet. Sebagai langkah awal menuju pola makan yang sehat, kebiasaan yang dapat kamu mulai adalah dengan menghindari konsumsi makanan berpengawet atau memiliki kandungan zat aditif.
Selain itu, trik mengganti makanan yang sudah sering kita konsumsi menjadi makanan yang lebih sehat juga dapat dicoba. Seperti memanggang makanan yang biasanya digoreng, mengganti sayuran bersantan dengan sayuran yang ditumis, mengganti camilan olahan dengan buah segar atau memasak sendiri camilan sederhana. dan membuat sambal dan saus sendiri daripada mengonsumsi sambal dan saus botol.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip clean eating, seperti mengonsumsi makanan utuh, memasak sendiri, serta menghindari makanan yang melalui banyak proses, kamu dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan kualitas hidup menjadi lebih baik.
Namun perlu diingat bahwa pola makan clean eating ini juga memiliki beberapa efek negatif. Efek negatif yang dapat muncul termasuk kekurangan nutrisi dan obsesi untuk hanya mengonsumsi makanan “bersih”. Maka dari itu, meskipun pola makan ini dapat mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat, dalam melakukannya perlu diingat untuk menjaga keseimbangan dan tidak berlebihan. Menghindari tindakan ekstrem, seperti berganti pola makan secara drastis, sangat penting untuk mencegah kekurangan nutrisi dan pola makan yang tidak teratur.
Maka dari itu, orang yang menerapkan pola makan clean eating belum tentu dapat dikatakan lebih sehat daripada orang yang tidak mengikutinya. Selama menerapkan pola makan ini harus berhati-hati agar tidak memaksakan diri dan melewati batas wajar.
Apa yang kamu konsumsi saat ini akan memengaruhi kualitas hidupmu dimasa depan. Oleh sebab itu, ayo mulai perbaiki pola makan demi kualitas hidup yang lebih baik!
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment