
Reporter: Marnala Tambunan dan Rosi Adelia
Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menyiapkan skema seleksi baru untuk ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2025. Langkah ini diambil sebagai respons atas capaian USU yang belum optimal di tingkat nasional dalam dua tahun terakhir.
Pilmapres sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Tujuannya adalah menjaring mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif sosial, memiliki karya orisinal, serta kontribusi nyata melalui tulisan, komunitas, atau proyek sosial.
Direktur Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian USU, Ibu Rahma, menyebutkan bahwa tahun ini seleksi dilakukan lebih awal, mulai dari tingkat program studi (prodi). “Setiap prodi diminta mengajukan minimal 10 calon, diseleksi di tingkat fakultas, dan yang terbaik akan lanjut ke tingkat universitas,” jelasnya.
Pak Gaga, Manajer Pengembangan Karakter, Kreativitas, dan Prestasi Mahasiswa, menyampaikan bahwa perubahan skema ini penting karena pola lama yang hanya menunggu juara fakultas tanpa penjaringan awal tidak membuahkan hasil di tingkat nasional.
Selain itu, para kandidat dituntut memiliki kompetensi unggulan: fasih berbahasa Inggris, memiliki karya orisinal, publikasi ilmiah, dan pengalaman sebagai narasumber di forum akademik.
Mahasiswa yang lolos hingga nasional akan mendapat berbagai benefit, antara lain:.
1. Konversi SKS: 6 SKS untuk tingkat internasional, 4 SKS nasional, dan 2 SKS provinsi;
2. Uang tunai: Nominal disesuaikan dengan jenjang dan bentuk lomba (online/offline);
3. Fasilitas penuh: Biaya keberangkatan, akomodasi, hingga uang saku ditanggung;
4. Pelatihan intensif: Pendampingan presentasi oleh dosen;
5. Branding kampus: Gelar Mahasiswa Berprestasi USU, kesempatan tampil di acara resmi, dan peluang ke ajang bergengsi lainnya.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Pak Gaga menyayangkan minimnya minat dari mahasiswa berprestasi. “Banyak yang punya prestasi nasional atau provinsi, tapi enggan ikut Pilmapres. Kami belum tahu pasti alasannya,” ungkapnya.
Ia pun berharap fakultas dan prodi proaktif menelusuri mahasiswa potensial. “Kami hanya bisa menghimbau. Tapi tentu harapannya mahasiswa yang sudah punya rekam prestasi bersedia berkomitmen dan memberikan feedback yang membangun.”
Hingga kini, Ditmawa masih menunggu buku panduan resmi dari kementerian untuk menentukan jadwal pelaksanaan seleksi tingkat universitas.
Melalui perombakan skema baru ini, USU optimis dapat melahirkan wakil terbaik yang siap bersaing dan membawa nama kampus harum di kancah nasional dan internasional.
Redaktur: Khairani
Leave a comment