SUARA USU
Entertaiment Life Style

Stand Up Lawan Pelecehan Seksual di Transportasi Umum Bersama Cinta Laura

Sumber: instagram @claurakiehl

Oleh: Hanna Letare

Suara USU, Medan. Cinta Laura Kiehl merupakan salah satu aktris tanah air yang vokal dengan isu-isu lingkungan dan keperempuanan. Ia semakin dikenal sebagai sosok wanita cerdas yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan sosial di negeri ini. Bahkan tidak sedikit anak muda di negeri ini yang mengidolakannya, dan menjadikannya sosok inspiratif karena kecerdasannya.

Belakangan Cinta Laura menjalankan peran terbarunya sebagai Brand Ambassador Stand Up Advocate. Stand Up merupakan kampanye bersama L’Oréal Paris, PT JakLingko Indonesia, PT Kai (Persero), PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT LRT Jakarta, PT MRT Jakarta dan PT Trans Jakarta untuk menyuarakan perlawanan terhadap pelecehan seksual di transportasi umum. Upayanya dengan memberikan pembelaan efektif melawan pelecehan seksual dengan mengutamakan metodologi intervensi 5D L’Oréal Paris. Dialihkan, Dilaporkan,
Dokumentasikan, Ditegur serta Ditenangkan.

Memperingati Hari Perempuan Internasional, Cinta Laura melakukan interview kesejumlah penumpang perempuan Commuter Line yang rentan menjadi korban pelecehan seksual di ruang publik. Ketika mendengarkan cerita dari seorang narasumbernya, Cinta kecewa, marah dan sedih. Pelecehan seksual masih dianggap hal yang biasa, juga tabu alih-alih dari budaya masyarakat.

Menurut Cinta, ada pemikiran keliru di masyarakat, bahwa perempuanlah yang menjadi penyebab utama mengapa ia menjadi korban pelecehan seksual. Dianggap mengundang kejahatan karena gaya busananya. Saat melapor, korban dianggap berlebihan karena minimnya bukti dan saksi. Bahkan ada korban yang justru merasa tersakiti karena sejumlah pertanyaan yang tidal ada relevansinya dengan kejadian, menyudutkan bahkan menyalahkan korban. Apalagi pelakunya mahir meyakinkan dengan melakukan playing victim, mengaku menjadi korban fitnah, serta alasan lain yang sengaja dicari-cari agar terbebas dari perbuatannya. Akhirnya dicarikan solusi untuk berdamai. Karena merasa diatas angin, pelaku bebas berkeliaran untuk mencari mangsa kembali.

Saat menggali informasi dari penumpang perempuan, Cinta melihat masih ada budaya berpikir masyarakat Indonesia yang keliru. Ketika melihat langsung korban dilecehkan, hal tersebut dianggap sebagai urusan pribadi yang tak pantas dicampuri. Padahal tindakan pelecehan seksual di ranah publik merupakan tindakan kejahatan yang harus dihentikan. Selain muncul sikap apatis, utamanya dari perasaan takut, atau tidak mau terlibat sebagai saksi dan berakhir ribet. Tipikal penumpang seperti ini sangat banyak, mereka tak mau membantu, tapi berharap ke penumpang lain yang ternyata sama saja. Akhirnya mereka-mereka tersebut hanya menyaksikan, tanpa berupaya untuk menghentikan aksi keji tersebut. Jadi, selama masyarakat cenderung menormalisasikan aksi pelecehan dan melakukan victim blaming, korban akan takut melaporkan dan tidak bisa mendapatkan keadilan yang layak mereka dapatkan.

Cinta mengingatkan, dampak pelecehan kepada korban sangat serius. Korban trauma, menjadi tidak percaya diri, serta tidak produktif. Padahal tingginya angka pelecehan seksual pada perempuan kelak akan berdampak pada perkembangan sebuah negara. Cinta berharap agar seluruh stake holder dan masyarakat, khususnya penumpang memiliki komitmen penuh terhadap kasus pelecehan seksual, yang korbannya tidak hanya perempuan, tetapi juga lelaki.

“Pelecehan dan kekerasan bujan hanya masalah yang tidak dimengerti rakyat kecil atau orang yang tidak berpendidikan. Masalah ini sangat sering terjadi di negara kita karena sudah menjadi masalah sistematik. Oleh karena itu, penting edukasi dilakukan untuk semua orang, apapun latar belakang mereka” ujar Cinta dalam postingan instagram pribadinya yang diunggah 18 Maret lalu.

“Perubahan hanya akan terjadi jika kita bisa bekerja sama, so, let’s stand up melawan pelecehan seksual di ruang publik. Mari kita rubah paradigma yang ada, demi masa depan yang lebih baik untuk semua,” lanjut Cinta Laura melalui postingan instagram yang sama.

Redaktur: Anna Fauziah Pane

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Makna di Balik Lagu Baru Isyana Sarasvati “LEXICON”

redaksi

Niki – High School in Jakarta, Nostalgia Masa SMA di Jakarta

redaksi

“Garis Waktu” Film Adaptasi Novel Fiersa Besari Tentang Hubungan yang Tak Direstui

redaksi