SUARA USU
Buku

Terciduk, Kisah-Kisah Inspiratif dari Kelas Sosiologi

Review dan resensi oleh: Yulia Putri Hadi

Nama Penulis : Fadillah Rahmi Nasution, S.Sos
Tahun Terbit : 2018
Penerbit : Cipta Media Edukasi
Jumlah halaman : 76 hlm
Harga Buku : –
Nomor ISBN : 978-602-478-218-4

“Orang tua adalah sebaik-baiknya teman dan konselor bagi seorang anak. Mereka membutuhkan tempat untuk mencurahkan ceritakan masalahnya. Menyamakan diri dengan mereka dan berusaha memahami dunia remaja akan membuat mereka percaya dan terbuka. Ketika mereka menjadi sahabat kita dan mau terbuka atas apa yang mereka alami dan rasakan. Maka akan mudah bagi kita untuk membimbingnya karya yang lebih baik.”

Begitu kutipan dari salah satu bab cerita dalam buku “Terciduk” ini. Bab yang berjudul “Dinan” ini mengisahkan seorang remaja SMA berwajah manis, Dinan, yang bercerita kepada ibu guru sosiologi-nya tentang perilaku menyimpang yang telah lama ia lakukan.

Dinan bercerita bahwa ia telah kecanduan ‘hubungan terlarang’ sejak SMP kelas 1. Ia telah melakukannya dengan 13 orang laki-laki dan tak ingat sudah berapa kali. Dinan ringan saja menceritakannya, seperti bukan masalah. Hal itu, tentu membuat sang guru terkejut.

Usut punya usut, Dinan adalah seorang broken home. Perceraian orang tuanya membuat ia gamang dalam menjalani masa puber yang penuh gejolak. Orang tuanya pun tak memerdulikannya.

Cerita tersebut sesuai dengan realitas sosial di jaman sekarang ini. Perceraian yang terjadi pada orang tua seringkali menyebabkan perilaku menyimpang dan kenakalan remaja. Contohnya, merokok, minuman keras (alkohol), obat-obat terlarang (narkoba) bahkan pergaulan bebas yang menyesatkan. Sebab dalam proses perkembangan di masa sulit, remaja butuh perhatian dan kasih sayang dari orang yang dicintainya yakni keluarga. Sebagaimana mestinya, keluarga berfungsi untuk memberi pengayoman.

Ada lagi cerita dari bab lain yang berjudul “Untung yang Tak Beruntung”. Dikisahkan seorang siswa kelas XII bernama Untung, yang hobi sekali berkelahi, terlambat, tak mengerjakan PR, mengganggu teman, dan banyak lagi.

Ya, setelah dicari tahu, ternyata Untung juga seorang broken home. Ayah dan ibunya sudah lama berpisah. Ayahnya merupakan seorang pecandu Narkoba dan sering berurusan dengan polisi. Ibunya sudah menikah lagi, dan sekarang entah di mana. Ia sekarang tinggal dengan kakeknya.

Sang guru tak menyerah untuk terus memotivasi Untung memperbaiki dirinya. Di masa depan, Untung menjadi orang yang berhasil. Ia bekerja di sebuah perusahaan. Sang guru senang sekali mendapat kabar tersebut.

Buku ini ditulis oleh seorang guru sosiologi bernama Fadillah Rahmi. Kisah-kisah inspirasi ia tulis berdasarkan kisah nyata yang direkam selama terjun di dunia pendidikan sejak tahun 2015 dari siswa-siswi di kelas sosiologi. Beberapa diceritakan langsung oleh siswanya, namun beberapa nama disamarkan untuk menjaga kerahasiaan.

“Jika hendak mencari bagaimana seorang siswa dapat meraih juara umum atau juara di Olimpiade. Pembaca tidak akan menemukannya. Tetapi jika ingin mengetahui bagaimana seorang siswa melepaskan diri dari hal hal buruk, berjuang untuk tetap sekolah dengan masalah keluarga yang pelik, perjuangan melawan gejolak masa Puber dan pencarian jati diri dan kisah remaja yang belajar bertanggung jawab atas apa yang dilakukan maka dapat dijumpai dalam buku ini.” tulis Rahmi dalam kata pengantarnya.

Secara keseluruhan, buku ini mengangkat kisah nyata anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri. Tak hanya bercerita soal broken home, beberapa bab lain dalam buku ini juga menceritakan tentang mimpi seorang anak yang berbeda dengan kemauan orang tuanya, tentang nasihat seorang guru, tentang kesombongan, dan tentang-tentang lainnya. Banyak sekali pelajaran yang kita dapatkan dari buku ini.

Buku ini menyajikan cerita dengan ringan, namun penuh makna dan inspirasi yang bisa dipetik. Bacaan dalam buku ini sangat bermanfaat untuk kita yang peduli terhadap perkembangan generasi muda dalam arus pergaulan global sekarang ini.

Mari membaca buku “Terciduk”. Terkhusus, buat orang tua serta remaja. Semoga buku ini dapat memberi pemahaman dan kesadaran terhadap diri.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

redaksi

Beristirahat Ketika Lelah, Bersama Buku “Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah”

redaksi

Menetapkan Batasan agar Hidup Lebih Tenang Melalui Buku Set Boundaries

redaksi