Reporter: Ruth Jelita Laia
Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih Runner-Up (Silver Medal) cabang mini soccer dalam ajang 25th Indonesia, Malaysia, and Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, pada 24–28 Agustus 2026.
Tim tersebut terdiri atas Sigit Prasetio, Fajar Hijratullah, Rendyansyah Putra Surya Meiza Harahap, Dzakwan Yasin Kakomole Kuada, Rafi Izzudin Linardi, Muhammad Syarif Al Fawwaz, Wandi Imanuel, Vicky Odoric Sibarani, Juan Putra Hamdani Daulay, Hafis Zidan Amin Lumban Toruan, Glen Uwel Patardo Hutahaean, dan Muhammad Rafly. Kedua belas mahasiswa tersebut mewakili USU dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk menguji kemampuan sekaligus membawa nama USU di tingkat internasional.
Salah satu anggota tim, Rendyansyah Putra Surya Meiza Harahap, mengaku mengikuti kompetisi tersebut untuk memperoleh pengalaman bertanding di tingkat internasional. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ia menilai kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan meskipun harus melalui persiapan dan persaingan yang ketat.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, tim menjalani latihan rutin untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Perjalanan mereka menuju Runner-up diawali dengan kekalahan dari tim tuan rumah pada pertandingan pertama. Hasil tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki permainan pada pertandingan berikutnya.
“Persiapan dilakukan dengan latihan rutin bersama tim. Proses mendapatkan runner up juga tidak mudah, di pertandingan pertama kita kalah dengan tuan rumah, setelah itu kita lakukan evaluasi belajar dari kesalahan, tetap jaga kekompakan sehingga berhasil menang dan meraih poin di pertandingan selanjutnya hingga berhasil meraih medali perak,” jelas Rendyansyah.
Menurut Rendyansyah, tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah tanggung jawab membawa nama USU sebagai perwakilan Indonesia di ajang internasional. Untuk menghadapinya, tim memperkuat doa serta membangun kepercayaan antarpemain, pelatih, dan manajemen agar dapat menghadapi setiap pertandingan dengan baik.
Selain itu, kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mereka meraih Runner-up. Doa dari orang tua dan dukungan teman-teman juga turut memberikan semangat selama mengikuti kompetisi.
Bagi Rendyansyah dan tim, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia mengaku bersyukur, senang, dan bangga karena mendapat kesempatan untuk membawa nama USU dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Rendyansyah mengajak mahasiswa untuk berani mencoba berbagai kesempatan, tidak berhenti belajar, serta menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi untuk berkembang.
“Jangan pernah takut untuk mencoba, jangan berhenti belajar, jadikan kegagalan kemarin sebagai bahan bakar untuk menjadi lebih baik hari ini dan hari-hari ke depan,” tegasnya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment