SUARA USU
Life Style

Tips Anti Boring Bagi Mahasiswa Yang Tidak Pulang Kampung

  • Oleh: Agung Zepanya Bangun/ Fathan Mubia

Suara USU, Medan. Libur telah tiba, memasuki libur natal dan tahun baru ( nataru), seluruh masyarakat dunia bersukacita menyambutnya, tidak terkecuali mahasiswa Universitas Sumatera Utara, salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah pulang kampung untuk melepas rindu dengan orang tersayang. Namun libur panjang tersebut menyisakan kekhawatiran bagi mereka mahasiswa perantauan yang tidak bisa pulang karena terkendala biaya, waktu dan jarak ke kampung halamannya. Mereka sering kali bingung harus melakukan apa di saat banyak teman temannya yang pulang bersama keluarganya.

Oleh sebab itu Suara USU hadir untuk memberikan beberapa tips agar hari libur kali ini lebih bermakna dan tidak boring bagi mahasiswa perantauan yang tidak pulang dan stay di Medan.

Alangkah baiknya, hari libur di isi dengan berkumpul dengan sanak saudara dan orang tersayang, namun jika hal tersebut tidak memungkinkan jangan khawatir, masih banyak kegiatan yang bermanfaat yang dapat kita lakukan mengisi hari hari kita.

Berikut kegiatan yang mungkin dapat dilakukan.

1. Mencoba olahraga ekstrim

Untuk mahasiswa perantauan, pastinya orang tua sudah tidak terlalu mengawasi se-ketat ketika masih dalam satu rumah, maka banyak hal yang tidak bisa dilakukan. Dan di kostan inilah, mahasiswa dapat melakukan suatu hal yang baru, sehingga membuang rasa jenuh. Dilansir dari (detik.health. com), olahraga ekstrim dapat menghilangkan stres, melatih kekuatan otot tangan, dan melatih konsentrasi berpikir.

Olahraga yang mungkin dapat sobat Suara USU coba yaitu wall climbing, skate board, menyelam, parkour dan lain-lain. Teman teman juga bisa bergabung dalam komunitas yang berkecimpung pada olahraga tersebut. Kabar baiknya sudah banyak UKM di sekitar USU yang berkecimpung dalam olahraga tersebut. Tapi ingat ya sobat, tetap utamakan keselamatan.

2. Meningkatkan skill dan bakat

Buat kamu yang biasa berolahraga main basket, coba deh sekali Coba cari teknik untuk mengecoh lawan yang belum pernah dilakukan. Biasa cross over?, cobain untuk tetap straight dan menerobos lawan dari depan, atau mungkin coba cara lain, yaitu oper kepada teman satu tim. Sobat juga bisa menerapkan hal tersebut dalam hal lain. Pada intinya. Masa libur ini bisa diisi dengan melatih dan meningkatkan skill yang kita miliki.

3. Merenungkan dan membuat target tahun depan

Merenungkan tentang apa saja pencapaian yang sudah sobat buat, dan target sobat kedepannya dapat menambah warna dalam hidup, libur selama satu pekan merupakan waktu yang pas untuk memikirkan target apa yang ingin dicapai tahun depan. Tidak selalu target yang sulit yang dibuat, kita bisa melakukannya dimulai dari target kecil terlebih dahulu, seperti berolahraga 20 menit setiap hari selama libur. Atau menyelesaikan bacaan kuliah selama liburan dan banyak target kecil lainnya yang dapat dilakukan semasa waktu senggang.

4. Berkeliling kota Medan

Sobat mahasiswa pengen jalan-jalan namun dengan pengeluaran minim? Nah ini pilihan paling cocok, coba deh sobat, liburan ke tempat terkenal di Medan, pergi ke Istana Maimun cobain pake baju adat, lalu berfoto dengan baju adat tersebut, atau pergi ke Masjid Raya untuk berwisata religiatau jika sobat punya uang lebih, sobat bisa berkunjung ke Tangkahan bertemu dengan gajah-gajah. Liburan juga bisa menghasikan meski uang pas-pas an.

5. Persiapan untuk semester baru

Meski sedang libur, sobat jangan sampai terlena, sebab sehabis tahun baru sobat akan disibukkan dengan perkuliahan, untuk itu sobat jangan lupa belajar. Masa-masa libur ini dapat dijadikan sarana untuk sobat belajar tanpa tekanan dan menyesuaikan dengan kebiasaan sobat. Seperti belajar sambil makan atau nonton juga seru.

Nah itu dia sobat berbagai daftar kegiatan yang mungkin dapat dijadikan referensi bagi sobat yang tidak bisa pulang ke kampung halaman tahun ini. Jangan sedih, tetap semangat!

Redaktur: Monika Krisna Br Manalu

Related posts

Jelang Lebaran, Yuk Intip Hal Apa Saja yang Harus Dipersiapkan!

redaksi

Anxiety Attack vs Panic Attack

redaksi

Pentingnya Budaya “Terima Kasih” dan “Maaf”

redaksi