SUARA USU
Opini

AI di Kehidupan Mahasiswa: Tantangan atau Peluang Baru?

Sumber foto: Pinterest.com

Oleh: Yulia Tarigan

Suara USU, Medan. Kehadiran teknologi dan digital telah melahirkan transformasi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di  penjelasan yang mudah dipahami. AI merupakan suatu bentuk kecerdasan buatan yang dapat berinteraksi dan mempermudah penyelesaian tugas. Dengan memanfaatkan AI mahasiswa dapat melakukan proses belajar dan mengajar dengan lebih efektif dan efisien. Salah satu keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk merespons pertanyaan dengan cepat, baik melalui teks maupun suara.

Namun di sisi lain, penggunaan AI juga dapat berdampak negatif terhadap proses belajar dan kehidupan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari sikap dan motivasi mahasiswa dalam mengikuti aktivitas perkuliahan. Ketergantungan terhadap teknologi, seperti kecerdasan buatan akan membuat mahasiswa cenderung menjadi malas membaca, kurang berinovasi, dan kurang kreatif dalam mengikuti pembelajaran atau perkuliahan. Oleh sebab itu, penggunaan AI perlu ditangani dengan bijaksana. Pengguna perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai moral dan etika agar penggunaanannya bertanggung jawab, serta menghindari kecurangan dalam konteks pendidikan.

Secara umum, mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan AI sebagai alat bantu pembelajaran.  Penggunaan AI di lingkungan pendidikan saat ini, membuat mahasiswa dapat menyelesaikan tugas perkuliahannya seperti penulisan esai dan makalah ilmiah. AI dapat menjadi sumber referensi yang cepat dan mudah, serta dapat membantu untuk mendapatkan ide awal. Namun, mahasiswa juga menyadari bahwa jawaban dari AI perlu diverifikasi terlebih dahulu dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber jawaban utama.

Namun, apakah kehadiran AI dalam kehidupan mahasiswa menjadi peluang atau tantangan baru yang nyata?

Beberapa mahasiswa beranggapan bahwa hadirnya transformasi AI menjadi sumber peluang baru dikarenakan AI dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, mudah, dan praktis tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Seperti contoh, mahasiswa dapat mengakses referensi dengan hanya mengetik konteks yang menjadi pencarian lalu dengan hitungan detik-menit AI dengan cepat dan tanggap memberikan berbagai informasi dan solusi untuk pertanyaan. Hal tersebut tentunya mengurangi biaya dari yang sebelumnya mencari referensi atau jawaban dengan membeli buku fisik yang bisa dibilang cukup mahal. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk membuat proses penelitian lebih efisien dan memberikan solusi cerdas untuk tantangan akademis mahasiswa.

Di balik kemudahan yang ditawarkan ternyata beberapa mahasiswa juga beranggapan bahwa kehadiran AI menjadi tantangan nyata dalam kehidupan mahasiswa saat ini dan di masa depan. Kehadiran AI membuat mahasiswa menjadi kurang produktif dalam mencari ide, gagasan, solusi dan lainnya. Mahasiswa menjadi ketergantungan dengan pemikiran AI yang menyebabkan menurunnya potensi daya nalar dan pikiran kritis sebagai identitas jati diri mahasiswa.  Selain itu, di masa depan AI juga akan banyak menggerus lapangan pekerjaan yang ada sehingga peran sumber daya manusia semakin tidak dibutuhkan lagi. Mahasiswa tidak hanya bersaing dengan sesamanya tetapi juga harus berhadapan dengan teknologi AI. Hal tersebut tentunya menjadi suatu ketakutan yang sangat menyeramkan bagi mahasiswa.

Transformasi mau tidak mau harus diketahui dan akan terus berkembang. Peluang akan selalu berjalan beriringan dengan tantangan. Penggunaan AI yang bijak dapat memberikan keunggulan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang pesat. Dengan menggunakan alat ini secara benar, mahasiswa dapat meningkatkan adaptabilitas terhadap perubahan tersebut dan menjadikannya sebagai peluang baik bagi mahasiswa. Dampak positif dari pemanfaatan AI mencakup etika peningkatan produktivitas mahasiswa serta kemampuan untuk menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan ide dan gagasan.

Dalam menjalani kehidupan mahasiswa, kehadiran kecerdasan buatan menjadi sebuah tantangan dan peluang baru. Bagaimana kita bijak menghadapi dan memanfaatkannya akan menentukan arah perjalanan kita. Jadi, mari kita ambil langkah bijak, karena di dalam kompleksitas AI terbuka peluang untuk pertumbuhan dan pencapaian yang tak terduga.

Redaktur: Afrahul Fadhillah Parinduri

Related posts

Membunuh Bahasa Sendiri

redaksi

Website Kawula 17 Bantu Tentukan Pilihan Capres dan Cawapres

redaksi

Mahasiswa Siluman: Ketika Suap dan Orang Dalam Memudahkan Masuk ke Perguruan Tinggi

redaksi