
Reporter: Muhammad Halim dan Yolanda Febriana Sinaga
Suara USU, Medan. Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di depan Gedung DPRD Sumatera Utara pada Rabu (28/8/2025) berakhir ricuh. Sejumlah mahasiswa diseret secara paksa ke dalam gedung oleh aparat setelah massa bentrok dengan polisi yang menembakkan water cannon. Hingga sore hari, massa aksi masih bertahan dan menuntut pembebasan rekan mereka serta pengembalian barang-barang yang disita.
Kericuhan pertama terjadi sekitar pukul 15.45 WIB, ketika ratusan mahasiswa berusaha menarik paksa gerbang utama DPRD. Massa kemudian berpindah ke gerbang kedua dan berhasil merobohkan pintu hingga copot. Situasi semakin panas saat aparat menurunkan mobil water cannon dan menyemprotkan air ke arah massa.
Sekitar pukul 15.59 WIB, ketegangan kembali meningkat. Mahasiswa mendesak masuk ke halaman DPRD, sementara polisi kembali menembakkan water cannon. Sejumlah aparat berpakaian sipil yang diduga intel turut menyerang massa, memicu perlawanan mahasiswa. “Intel menyerang duluan, kami bertahan,” ujar seorang mahasiswa di lokasi.
Dalam kekacauan itu, tiga hingga lima mahasiswa diseret aparat secara kasar ke dalam gedung. Massa bereaksi keras dengan meneriakkan tuntutan pembebasan. “Lepaskan kawan kami sekarang juga! Jangan ada yang ditahan!” teriak mahasiswa dari barisan depan.
Selain menuntut pembebasan, mahasiswa juga meminta aparat mengembalikan telepon genggam, tas, helm, dan perlengkapan aksi yang disita. Negosiasi singkat antara perwakilan mahasiswa dan polisi sempat terjadi, namun situasi tetap tegang. Aparat membentuk barikade rapat dengan tameng di depan pagar gedung, sementara mahasiswa terus berorasi dan menabuh botol sebagai bentuk perlawanan.
Hingga pukul 16.49 WIB, massa aksi masih bertahan di depan Gedung DPRD. Aliansi Mahasiswa USU menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi sebelum seluruh tuntutan mereka dipenuhi.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment