
Reporter: Muhassanah Nasution, Naila Arianti
Suara USU, Medan. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD pada Senin (28/07). Aksi ini digelar sesuai dengan instruksi seruan aksi serentak daerah oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) dalam rangka merespons dinamika dan isu-isu bangsa saat ini, baik dari skala nasional maupun daerah.
Dimulai dari Taman Kebun Bunga sebagai titik kumpul, massa aksi mulai bergerak menuju Gedung DPRD pada pukul 14.30 WIB. Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Medan, turut menjadi bagian dari aksi yang digelar hari ini.
Aksi bertajuk Indonesia (C)emas dan Mahasiswa Sumut Menggugat ini, didasarkan pada keresahan terhadap berbagai persoalan kompleks yang memicu rasa cemas kolektif dalam masyarakat. Mereka mendesak pihak DPRD untuk dapat menanggapi dan menindaklanjuti berbagai keresahan tersebut sebagai perwakilan dan penyalur suara rakyat. Adapun tuntutan yang dibawa massa massa aksi pada hari ini, ialah:
- Evaluasi RUU KUHAP
- Tolak Kebijakan Bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat
- Reformasi Hukum
- Evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Usut Beras Oplosan
- Evaluasi 1 Semester Danantara
- Tolak Pengaburan Sejarah Oleh Fadli Zon
- Segera Sahkan RUU Perampasan Aset
- Cabut Undang-Undang (UU) TNI (UU No. 34 Tahun 2004)
- Usut Tuntas Kekerasan Seksual
- Usut Fenomena LGBT di Lingkungan Kampus
- Evaluasi Biaya Hidup dan Pendidikan
- Evaluasi 5 Hari Belajar bagi Sekolah
Di depan Gedung DPRD yang telah berjajar aparat kepolisian yang berjaga, orasi dari massa aksi mulai digelar. “Harapannya kita disambut baik dalam menyampaikan keresahan kita ini, tetapi malah disambut seperti ini. Apakah pemerintah hanya untuk kalangan-kalangan atas, bukan kepada kalangan bawah?” Teriak salah satu massa aksi dalam orasinya, sesampainya di depan Gedung DPRD.
“Hari ini kita berdiri disini untuk mempertanyakan kepada dewan perwakilan rakyat kita di Sumatera Utara. Mereka ditunjuk oleh rakyat, tetapi lebih memperjuangkan suara-suara pemerintah dibanding rakyat sendiri, dimana banyaknya kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah tidak sesuai dan tidak tepat,” ungkap salah satu massa aksi lainnya dalam kesempatan berorasi.
Dengan iringan lagu Pacu Jalur yang tengah cukup naik daun saat ini, massa aksi mulai merangsek maju tepat menuju ke depan gerbang DPRD. Beriringan dengan itu, Sumpah Mahasiswa dan pembacaan tuntutan juga turut disampaikan selama proses aksi berlangsung. Massa aksi yang tergabung dari mahasiswa berbagai universitas di Kota Medan ini menuntut kehadiran anggota DPRD yang sekiranya dapat turun menghampiri aksi yang tengah digelar.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment