Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Aksi Penolakan Omnibus Law di Medan Berlangsung Panas

Aksi Penolakan Omnibus Law di Medan Berlangsung Panas
Aksi Penolakan Omnibus Law di Medan Berlangsung Panas

Suara USU, Medan. Ribuan massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat umum, menggelar demonstrasi menolak Omnibus Law di Gedung DPRD Sumut, Kamis (08/10).

Pada aksi kali ini, massa aksi memulai aksinya dengan berjalan dari Merdeka Walk hingga gedung DPRD Sumut.

“Pokok tuntunan yang diajukan oleh aksi massa ini adalah menolak pengesahan UU Cilaka Kerja Omnibus Law yang dinilai merugikan para buruh di Indonesia,” tutur Apas, yang merupakan salah satu Koordinator persatuan buruh.

Menurut Apas, yang juga tergabung dalam aliansi buruh Akbar, menyebutkan bahwa pengesahan UU Cipta Kerja ini sangat merugikan buruh.

“Yang dikatakan pemerintah hoax mengenai UU Cipta Kerja ini kita diumpamakan boleh mudik tapi nggak boleh pulang kampung. Karena dalam UU tenaga kerja ini tidak setara dengan UU yang lama. Contohnya pesangon, memang masih ada tapi jumlahnya merugikan buruh dibandingkan di UU yang lama,” tegas Apar

Ia menambahkan saat ini belum ada kepastian yang tegas dari pihak DPRD Sumut untuk satu suara dalam menolak pengesahan UU Omnibus Law.
“Kami harap anggota dewan ini bukan hanya satu dua fraksi yang menolak. Apalagi untuk melindungi kaum buruh yang ada di Sumatera Utara, kami mau semuanya satu suara,” harapnya.

Sepanjang aksi, terlihat ratusan mahasiswa dengan masing masing jaket almamaternya juga turut andil menuntut pembatalan Omnibus Law ini.

“Aksi ini adalah bentuk menuntut keadilan terhadap UU Omnibus Law. Tapi yang kami terima adalah perlawanan yang sangat keras dari polisi. Bahkan sebelum kami sampai DPRD, kami sudah ditembaki dengan gas air mata.” Ungkap Abdullah, salah satu Mahasiswa USU yang mengikuti aksi.

Aksi Penolakan Omnibus Law di Medan Berlangsung Panas
Aksi Penolakan Omnibus Law di Medan Berlangsung Panas

Aksi domonstrasi ini sempat berlangsung ricuh dikarenankan terjadi pelemparan batu oleh kedua belah pihak massa aksi maupun aparat keaamanan. Hal tersebut juga menyebabkan jalan di sekitar Lapangan Banteng Medan penuh oleh batu berserakan.

Jonius Hutabarat, Salah satu anggota DPRD Sumut yang menemui aksi massa
mengatakan bahwa tuntutan aksi massa akan diteruskan ke dalam rapat pimpinan.

“Aspirasi saudara-saudara sekalian ini nanti akan kami bawakan ke rapat pimpinan dan termasuk juga rapat anggota DPRD secara keseluruhan,” ucapnya kepada massa aksi

Related posts

USU Gelar PKKMB dan Meraih Rekor MURI

suarausu

Bersiap Siaga, Ujian Akhir Semester Resmi Dimajukan

redaksi

Wakil Rektor V: Jaket Almamater Mahasiswa Stambuk 2020 Paling Lama Selesai Juli

redaksi