SUARA USU
USU News

Alasan Pihak Rektorat Tidak Beri Bantuan Pembelajaran Daring Untuk Mahasiswa Mandiri

(Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Runtung. Sumber Foto : SinarIndonesia)

Penulis: Yulia Putri Hadi


SUARA USU, MEDAN. Langkah Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan bantuan biaya pembelajaran daring dalam masa pandemi covid-19 melalui Surat Edaran no. 4180/UN5.1.R1/KMS/2020 menuai sorotan. Mahasiswa menilai langkah universitas tidak adil. Hal ini karena bantuan tidak diberikan kepada mahasiswa Jalur Mandiri, Internasional, dan Profesi.

Wakil Rektor 1 USU, Prof. Rosmayati mengatakan bahwa surat edaran (SE) darinya dibuat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor. “Tetapi SK untuk bantuan itu dari rektor. Saya tidak bisa mengasih penjelasan sebelum tanya rektor” ujarnya kepada reporter Suarausu via WhatsApp (6/7).

Menteri Dalam Negeri Pemerintahan Mahasiswa (Pema) USU 2019, Dimas Syahputra membagikan kutipan pesan dari Rektor USU, Prof. Dr. Runtung melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam pesan yang dikirimkan pada Dimas, Rektor mengatakan bentuk bantuan tersebut adalah bantuan moral bagi yang benar-benar membutuhkan. Ia juga menjelaskan mahasiswa yang menerima bantuan adalah mahasiswa reguler yang ada subsidi dari pemerintah.

“Sedangkan mahasiswa mandiri prinsipnya biaya pendidikan ditanggung sendiri. Makanya fasilitas beasiswa pendidikan mereka tidak dapat,” jelasnya.

Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) USU, Harry Wibisono Wibowo, tidak sependapat dengan pernyataan rektor, “Di sini kita sama-sama mahasiswa USU, dan yang merasakan dampak corona ini bukan hanya mahasiswa SNM ataupun SBM, semua mahasiswa USU terkena efeknya,” tegas Wibi.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya dengan Pema Se-Kawasan sedang berdiskusi untuk kembali membuat tuntutan agar mahasiswa jalur mandiri juga mendapatkan bantuan seperti mahasiswa reguler.

“Kami meminta agar hal ini ditinjau kembali agar ada penyamarataan dalam hal bantuan. Doakan saja agar aspirasi kita di dengar oleh mereka,” ujarnya.

Wibi juga mengatakan bahwa ia merasa jengkel karena aspirasi dari mahasiswa tidak dapat dijalankan oleh pihak rektorat seperti di No. 3.a mengenai bantuan pembelajaran daring. “Tidak semua mahaiswa mendapatkannya, kan harusnya semua mendapatkannya” tutup Wibi.

Sebelumnya Pema Se-Kawasan telah menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pihak rektorat pada Senin (13/4) dengan No. Surat 001/B/PEMASE-USU/IV/2020 di tanda tangani 10 Pema fakultas Se-USU.

Isi aspirasi di No 3.a. ‘Memberikan bantuan dana bagi setiap mahasiswa untuk keperluan kuliah dalam rangka pembelajaran dari rumah melalui sistem daring’

Redaktur : Supri Alvin

Related posts

Meneladani Rasulullah melalui Peringatan Maulid Nabi

suarausu

Kedai Sumatra X Dimensi Literasi : Antara Kopi, Diskusi Dan Literasi

suarausu

Aksi Peduli Palestina, Mengutuk Tindakan Keji Israel

suarausu

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
NonameFikih FirmansyahAnonin Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Anonin
Guest
Anonin

Kalau begitu, kenapa juga kami memiliki alasan untuk membayar ukt yg mana fasilitas pendidikan tersebut tidak sedang kami gununakan saat ini. Toh biasanya juga fasilitasnya g nampak hiya hiya hiya

Fikih Firmansyah
Guest

Sayang Sekali

Noname
Guest
Noname

Terimakasih untuk pema yang telah menyampaikan aspirasi dari kami yang tak punya jabatan apa2. Hidup Mahasiswa!

COVID 19

[covid-data]