
Reporter: Naziratun Nikmah, Rizqi Putra
Suara USU, Medan. Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (AKBAR SUMUT) yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, rakyat, dan buruh melangsungkan aksi di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (27/03).
Aksi digelar dengan tema “Cabut UU TNI 2025: Kembalikan TNI Ke Barak, Angkat Kaki dari Tanah Rakyat”, sebagai bentuk untuk menolak pengesahan UU TNI yang dianggap tidak transparan serta memudarkan hak supremasi sipil atas militer.
Adapun yang menjadi tuntutan dalam aksi AKBAR SUMUT ini adalah:
1. Supremasi Sipil, Militer Harus Tunduk Kepada Rakyat
2. Kawal Judisial Review UU TNI 2025
3. Menuntut Reformasi Internal TNI Dan Polri
4. Seluruh Tindak Pidana Non-Militer yang Dilakukan oleh Militer Harus Diadili di Peradilan Umum
5. Reformasi Peradilan Milter melalui Revisi UU Peradilan Militer
6. TNI Dilarang Keras Membekingi Pabrik-Pabrik dan Sektor Bisnis Lainnya
7. Cabut Anggota TNI dan Polri Aktif yang Sudah Menduduki Jabatan Sipil
8. Menolak Kehadiran Militer di Dalam Program-program Pemerintahan yang Langsung Berhubungan dengan Sipil
9. Hentikan Militerisasi di Ruang Siber
10. Tegakkan Good Governance di Dalam Tubuh DPR-RI
11. Terapkan Pendidikan HAM bagi Aparat Polisi dan TNI
12. Lindungi Kebebasan Pers dari Represi Militer
13. Hentikan Impunitas dan Kekerasan Aparat di Sumatera Utara
14. Berikan Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Masyarakat Adat
Setiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB, orasi mulai digaungkan bersamaan juga dengan pembacaan puisi di depan polisi yang berjaga. Sejumlah peserta Aksi Kamisan mencoba masuk ke dalam gedung dan bersama-sama menyenandungkan slogan “DPR Lemah”.
“Kalau yang masuk ke dalam gedung di depan ini adalah perusahaan atau pemimpin, itu gampang kali dilakukan, akan tetapi kalo kita di depan ini dibentengi diberikan tembok, mereka takut padahal kita tidak bawa apa-apa” ucap salah satu orator wanita di hadapan massa aksi.
Kemudian massa duduk di depan gedung DPRD, melakukan teatrikal lilin, berorasi, serta menaburkan bunga diiringi lagu “Ibu Pertiwi” dan “Tanah Airku”. Pihak keamanan mengerahkan dan mempersiapkan mobil water cannon untuk membubarkan massa aksi yang sempat bentrok dengan pihak kepolisian. Hingga saat ini belum juga terjadi dialog antara pihak aksi massa dengan DPRD, mengakibatkan massa aksi melakukan blokade jalan dan pada pukul 14:32 WIB.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment