Home Kabar SUMUT Bentrok di Depan Gedung DPRD Sumut, Sejumlah Demonstran Alami Luka-Luka
Kabar SUMUT

Bentrok di Depan Gedung DPRD Sumut, Sejumlah Demonstran Alami Luka-Luka

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Nazirotun Nikmah/Ines Eliyana/Rizqi Permono

Suara USU, Medan. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumut di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) berujung bentrok dengan aparat kepolisian. Akibatnya, lebih dari lima orang mengalami luka-luka, termasuk beberapa wanita yang terinjak dan tertendang saat terjadi dorong-dorongan antara massa aksi dan polisi.

Menurut keterangan dari tim medis di lokasi, korban mengalami sesak napas dan luka akibat tindakan represif aparat saat mencoba menerobos masuk ke dalam gedung DPRD Sumut. “Beberapa korban mengalami luka memar dan sesak napas akibat dorongan serta tendangan dari pihak kepolisian,” ungkap salah satu petugas medis yang memberikan pertolongan.

Salah satu massa aksi, Lusty, menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh aparat terhadap demonstran. “Ini kita menyayangkan ya, padahal sebenarnya kita sudah dari jam 10 pagi, kita ingin masuk ke rumah rakyat, tapi ternyata tidak disambut secara positif oleh mereka. Bahkan dari DPRD sendiri tidak ada yang turun untuk menemui kita,” ujarnya dalam wawancara dengan Suara USU.

Lusty juga mengungkapkan bahwa aparat melakukan tindakan kekerasan terhadap massa aksi, termasuk mendorong dan memukul kepala peserta demonstrasi dari belakang. “Lalu ada teman yang mengalami luka di punggung, ada juga yang sampai ditendang perutnya, dan saat ini masih dalam perawatan medis,” lanjutnya.

Fathur, salah satu korban mengalami perlakuan kasar setelah menanyakan keberadaan intel di tengah aksi. Ia mengaku didorong hingga bajunya sobek sebelum akhirnya terjadi kericuhan. “Saya hanya bertanya soal ada atau tidaknya intel, tapi malah langsung didorong. Setelah itu, situasi jadi semakin kacau,” kata Fathur. Ia juga mengalami luka memar di bagian punggung akibat tendangan sepatu dari aparat kepolisian.

Selain itu, seorang wanita peserta aksi mengalami tindakan kekerasan setelah mendapat dorongan keras di bagian perut oleh aparat. Akibatnya, ia merasakan sakit perut, sesak, dan tubuhnya lemas.

Lusty menambahkan bahwa setidaknya ada lima orang korban luka dan beberapa lainnya mengalami pemukulan. “Ada sekitar lima orang korban luka dan beberapa lainnya mengalami pemukulan, akan tetapi belum didata secara pasti oleh tim medis massa aksi,” tutupnya.

Di tengah ketegangan, sejumlah mahasiswa membawa dua orang dari pihak kepolisian untuk menyaksikan langsung kondisi para korban. Namun, situasi tetap memanas karena demonstran mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan gedung DPRD Sumut masih berlangsung tegang.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.