Home Kabar Kampus WiFi Kampus Kurang Optimal, Kegiatan Akademik Mahasiswa Terhambat
Kabar Kampus

WiFi Kampus Kurang Optimal, Kegiatan Akademik Mahasiswa Terhambat

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Emmi Simatupang dan Priyanka Az Zahra

Suara USU, Medan. Fasilitas kampus yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas akademik mahasiswa. Salah satu fasilitas utama yang sangat dibutuhkan saat ini adalah jaringan Wireless Fidelity (WiFi) yang stabil dan cepat. WiFi bukan hanya sekadar akses internet, tetapi juga menjadi penunjang utama dalam kegiatan perkuliahan, seperti mengunduh materi, mengerjakan tugas, serta melakukan kegiatan lain berbasis ilmu. Selain itu, banyak sistem akademik kampus yang kini berbasis digital, termasuk absensi mahasiswa yang dilakukan secara online. Koneksi yang lambat atau tidak stabil dapat menghambat proses pembelajaran dan administrasi akademik, sehingga kualitas pendidikan pun dapat terpengaruh. Oleh karena itu, penyediaan jaringan WiFi yang optimal harus menjadi prioritas dalam pengembangan infrastruktur kampus.

Berdasarkan wawancara dengan Wakil Pusat Sistem Informasi (PSI) Universitas Sumatera Utara (USU), Ainul Hizriadi S.Kom., M.Sc, permasalahan ini terjadi karena proses pemasangan jaringan WiFi masih dilakukan secara bertahap. “Saat ini, pemasangan jaringan WiFi lebih diprioritaskan untuk administrasi dan laboratorium di setiap fakultas atau gedung,” ujar beliau. Selain itu, kebutuhan perangkat yang tinggi belum sepenuhnya terpenuhi, karena jumlah perangkat yang tersedia baru mencapai 50% dari kebutuhan ideal.

Untuk mengatasi masalah ini, PSI USU telah melakukan survei dan peninjauan setiap tahun guna menentukan lokasi yang memerlukan perangkat tambahan. “Pada tahun 2021, kami dibantu oleh pihak pendana untuk merencanakan lokasi pemasangan WiFi. Setiap tahun, sekitar 100 hingga 200 unit perangkat baru dipasang tergantung pada anggaran yang tersedia,” tambah Ainul Hizriadi.

Faktor utama yang menyebabkan gangguan kecepatan jaringan di USU yang biasa disebut eduroam meliputi gangguan sinyal dari perangkat lain, seperti hotspot pribadi yang diaktifkan oleh mahasiswa atau dosen, serta perangkat berbasis WiFi lainnya, seperti printer di kantor tata usaha. Selain itu, beberapa gedung masih menggunakan perangkat lama yang belum bisa diganti dengan yang lebih berkualitas.

Jika dibandingkan dengan universitas lain di Indonesia, USU masih memiliki keterbatasan dalam jumlah perangkat dan cakupan jaringan. “Di USU, sistem jaringan masih beroperasi dengan sekitar 700 perangkat, sementara di UI atau UNJ bisa mencapai 1.000 perangkat. Kami selalu mencoba mempelajari sistem yang mereka gunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan di kampus,” jelas Ainul.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, pihak PSI USU memastikan bahwa akan ada peningkatan infrastruktur dan penambahan titik akses. Tahun ini, PSI ditugaskan untuk lebih memperluas cakupan jaringan di seluruh kawasan kampus. “Target kami adalah menambah 100-200 perangkat baru setiap tahun, dengan prioritas di ruang kelas agar kegiatan akademik dapat berjalan lebih lancar,” paparnya.

Ainul juga menambahkan solusi pengaduan keluhan tentang eduroam kepada pihak PSI. Solusi pengaduan permasalahan eduroam bisa dilakukan melalui dua opsi, yakni mengirimkan chat di Telegram resmi PSI (@psiusu_usuneta) atau melalui WhatsApp khusus helpdesk PSI (085148263611).

Dengan adanya rencana peningkatan dan pengaduan ini, mahasiswa berharap kualitas jaringan WiFi kampus dapat semakin optimal, sehingga tidak lagi menghambat aktivitas perkuliahan mereka.

Redaktur: Vimelia Hutapea

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.