SUARA USU
Sosok

Andre Doloksaribu, Sosok Pendiri Komunitas Sosial yang Menginspirasi

Reporter: Putri Nur Syafitri Lubis

Andre Doloksaribu, seorang mahasiswa Ilmu Politik USU Stambuk 2020. Ia merupakan sosok yang inspiratif dan pekerja keras. Sejak masih SMA, Andre sudah terjun ke dalam dunia advokasi sosial, terutama untuk masyarakat marginal seperti anak jalanan dan sebagainya. Dari pengalamannya tersebut, ia merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Hal tersebutlah yang menjadi dasar berdirinya komunitas sosial bernama Sikkola Rakyat, yang berasal dari bahasa batak dengan arti sekolah rakyat. Komunitas sosial ini didirikan atas kepekaannya terhadap kondisi pendidikan di sekitar kampung tempat tinggalnya. Kepekaan terhadap realitas sosial di sekitarnya, meskipun kita sudah berada pada era 4.0 bahkan society 5.0.

Andre mencoba merealisasikan mimpinya untuk membuat sebuah komunitas sosial peduli pendidikan ini semasa kuliahnya , saat ia masih menemukan anak-anak yang butuh perhatian khusus untuk pendidikan dan ekonomi masyarakatnya. Sikkola Rakyat berusaha memajukan pendidikan dan memberdayakan masyarakat di sekitar lingkungan mereka sehingga tercipta kesejahteraan yang lebih baik.

Tentunya menghadirkan suatu gerakan sosial tidaklah mudah. Andre harus belajar banyak tentang manajemen tim, menentukan skema organisasi, pembelajaran anak, dan pemberdayaan untuk masyarakat. Selain itu, masalah finansial sering menjadi kendala utama.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Sikkola Rakyat menerapkan sistem pendanaan kolektif kolegial. Pendanaan berasal dari donasi dan sumbangan sukarelawan seikhlasnya. Selain itu, SR mengadakan program-program seperti pembekalan untuk volunteer, gathering dan diskusi, kelas anak merdeka, field trip, dan program-program lainnya sesuai kebutuhan.

Dampak positif dari gerakan SR dapat dilihat dari banyaknya afirmasi dari masyarakat dan dorongan agar anaknya belajar di SR. Bahkan, masyarakat luar dan media tertarik dengan pergerakan SR, dan beberapa orang bahkan melakukan penelitian tentang gerakan ini.

Namun, tantangan tetap ada. Seringkali jumlah sukarelawan yang pasang surut. Untuk mengatasi hal tersebut, Sikkola Rakyat menggunakan pendekatan-pendekatan seperti membuat pertemuan-pertemuan non formal seperti nongkrong dan diskusi, serta memberikan hadiah-hadiah kecil untuk volunteer yang semangat menjadi sukarelawan. Tentu saja, Sikkola Rakyat tidak ingin berhenti sampai di sini, mereka berharap dapat membentangkan sayapnya lebih luas lagi di sudut-sudut pinggir kota Medan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menjadi subjek pemberdayaan dan meningkatkan tingkat kesejahteraannya.

Untuk mencapai tujuannya tersebut, Sikkola Rakyat mempergunakan diskusi dan rapat koordinasi agar program-program yang dijalankan sesuai dengan visi Sikkola Rakyat yang juga disatukan dengan visi para volunteernya. Mereka juga menyusun rancangan kerja secara matang agar target-target mereka terpenuhi, didorong dengan keaktifan para volunteer.

Redaktur: Atika Larasati


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mahmud Mulyadi, Si Dosen Nyentrik Ahli Pidana Terkenal Dari Fakultas Hukum USU

redaksi

Cerita Andrew Benedictus Jamesie, Mahasiswa Fasilkom-TI USU dengan Segudang Prestasi

redaksi

Mengenal Sosok Letjen Purn TB Silalahi: Mantan Menpan RB yang Telah Tutup Usia

redaksi