
Oleh: Anastasyia Sitinjak
Suara USU, Medan. Di era modern yang serba cepat dan tuntutan yang tak pernah berhenti, konsep self reward atau memberi hadiah kepada diri sendiri menjadi topik yang hangat dan sering dibicarakan hingga sampai saat ini. Banyak orang menganggap kegiatan self reward adalah sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri atau semacam perayaan atas keberhasilan serta kerja keras yang dilakukan. Namun, seperti dua sisi mata uang, self reward juga dapat menjadi jebakan dan merugikan diri sendiri jika tidak dapat dilakukan dengan bijak dan dipahami secara dangkal.
Di kalangan mahasiswa, istilah self reward tentu sudah tidak asing lagi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), self reward adalah bentuk apresiasi terhadap diri sendiri sebagai penghargaan atas pencapaian yang telah diperoleh. Secara bahasa, self reward berasal dari kata “self” yang berarti diri sendiri dan “reward” yang berarti hadiah atau penghargaan. Dengan kata lain, self reward adalah kegiatan memberikan penghargaan pada diri sendiri, baik sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan serta sebagai penyemangat dalam menjalani proses yang ingin dicapai.
Pada dasarnya, dengan melakukan kegiatan self reward dapat meningkatkan semangat serta motivasi para mahasiswa untuk terus belajar agar memperoleh hasil yang baik. Contoh kegiatan self reward yang biasa dilakukan adalah meluangkan waktu untuk menonton film favorit, membeli barang yang dibutuhkan seperti buku, alat tulis, pakaian, meluangkan waktu bersama teman ataupun keluarga dengan nongkrong santai, serta melakukan hobi atau kegiatan yang disukai.
Menurut psikolog klinis Inez Kristanti, self reward adalah bentuk apresiasi kepada diri sendiri yang bisa menimbulkan perasaan bermakna, bahkan bisa meningkatkan motivasi diri untuk kemudian hari. Beliau juga menyampaikan bahwa self reward merupakan salah satu jenis atau cara seseorang untuk mengaktualisasi konsep self love atau mencintai diri sendiri. Bentuk self reward bisa bermacam-macam, mulai dari yang bersifat non materi hingga materi.
Data dari jurnal tentang Pengaruh Self Reward di kalangan Mahasiswa Universitas Sebelah Maret menyebut bahwa dengan melakukan self reward terbukti dapat mengurangi stress akibat tugas perkuliahan dan membuat mereka merasa tenang sejenak serta istirahat dari segala hiruk pikuk kesibukan. Dalam jurnal tersebut juga dilakukan wawancara dengan salah satu narasumber yaitu Jahfal Zulfikar dalam wawancara dengan mengungkapkan dengan melakukan kegiatan self reward, dapat menambah value diri kita sebagai mahasiswa.
Selain itu, menurut Theory of Planned Behavior, Ajzen menyatakan bahwa internalisasi self reward adalah sebagai bentuk pengendalian diri dan membuat orang lebih bijak untuk memprioritaskan kebutuhan yang paling penting.
Berdasarkan data diatas, terbukti bahwasanya dengan melakukan kegiatan self reward dapat meningkatkan motivasi, menghilangkan rasa lelah ataupun stress serta membuat perasaan menjadi lebih tenang. Namun disisi lain, self reward juga berpotensi menimbulkan gaya hidup konsumtif apabila tidak dilakukan dengan baik dan bijak. Banyak mahasiswa yang menjadikan self reward menjadi ajang pemborosan, alasan sekedar untuk berbelanja dan karena dorongan Fear Of Missing Out (FOMO).
Menurut penelitian yang dijelaskan dalam jurnal “Implikasi Budaya Self Reward terhadap konsumtivitas Mahasiswa” Universitas Negeri Surabaya, self reward memang terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan motivasi intrinsik individu. Namun, jika tidak dikendalikan, praktik ini dapat memicu perilaku konsumtif yang berlebihan. Para mahasiswa cenderung akan memanfaatkan kegiatan self reward untuk foya-foya dengan membeli barang mewah.
Data dari jurnal Universitas Surabaya menjelaskan bahwa mahasiswa adalah generasi gen z yang tumbuh dalam era digital dengan akses informasi yang luas, rentan terhadap perilaku konsumtif akibat pengaruh media sosial dan iklan digital. Studi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan yang rendah dan kontrol diri yang lemah berkontribusi signifikan terhadap perilaku konsumtif pada generasi ini.
Kegiatan self reward merupakan bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan motivasi serta semangat mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik. Namun, penting bagi setiap mahasiswa untuk dapat melakukan kegiatan self reward dengan baik dan bijak agar tidak terjerumus dalam perilaku konsumtif yang justru dapat merugikan diri sendiri.
Dengan pengendalian diri dan pemahaman yang tepat, maka self reward dapat menjadi sarana yang positif untuk meningkatkan motivasi, menumbuhkan semangat serta meningkatkan kesehatan mental para mahasiswa ditengah dinamika kehidupan perkuliahan.
Redaktur: Vimelia Hutapea
Leave a comment