SUARA USU
Sosok

Arya Sidabutar, Tentang Menjadi Mahasiswa dan Bekerja untuk Lebih Mandiri

Oleh: Hanna Letare

Suara USU, Medan. Arya Sidabutar adalah salah seorang mahasiswa FISIP USU yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai sopir yang menjajakan sayur – sayuran ke dalam maupun luar kota. Pekerjaan ini sudah dilakoni Arya sejak duduk di bangku SMA, lebih tepatnya sejak 2019. Melalui pekerjaan ini, Arya menjualkan hasil kebun milik orang lain. Dengan pick-up andalannya, Arya menjajakan sayur yang beragam, mulai dari wortel, kentang, cabai, hingga tomat.

Alasan Arya memilih melakukan pekerjaan ini sembari berkuliah adalah untuk mendapatkan penghasilan sendiri sekaligus menambah pengalaman yang beguna untuk ke depannya. Medan, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Kisaran, Asahan, Pematangsiantar, hingga Pekanbaru sudah dijalaninya untuk pekerjaan ini.

Arya bercerita bahwa dirinya pernah masuk kelas via zoom dan mengerjakan tugas di dalam mobil ketika perkuliahan masih dilakukan secara daring. Setelah kuliah offline, Arya lebih memprioritaskan perkuliahan. Jadwal khusus untuk bekerja hanya setiap Sabtu dan Minggu, karena jadwal kuliah Arya dimulai dari hari Senin sampai Jumat. Namun, jika libur kuliah ia akan bekerja setiap hari. Arya biasanya berangkat dari pukul 10 pagi dan pulang pukul 7 atau 8 malam. Dengan target hasil penjualan berkisar satu juta per harinya, keutungan yang didapat tidak terlalu besar. Kendati demikian, Arya merasa cukup untuk menambah uang saku dan menabung.

Pada saat pandemi, Arya sempat berhenti berdagang dan hanya menghantarkan barang orang-orang. Ketika berkendara jarak jauh, biasanya ia ditemani oleh 1 atau 2 orang temannya sebagai sopir ganti. Namun, jika jaraknya terhitung dekat Arya akan pergi sendiri ke tempat tujuan untuk berdagang ataupun menghantarkan pesanan pelanggan.

Sayur-sayuran merupakan barang komoditas yang cepat mengalami pembusukan. Terkadang ia terjebak macet dan memakan waktu yang lebih lama di perjalanan sedangkan barang yang ia angkut seperti tomat, sebagian busuk. Selain itu, kendaraan yang ia kendarai pernah mengalami masalah sehingga merugikan dirinya, karena pelanggan akan langsung memotong harga untuk dijadikan ganti rugi. Selain mendapatkan kerugian, tak jarang pelanggan juga komplain dengan marah-marah. Walaupun begitu, Arya mengatakan bahwa itulah suka dan duka dari pekerjaannya, akan tetapi, ia mengaku lebih banyak mendapatkan suka, karna dari sini ia bisa belajar bertanggung jawab, menambah pengalaman perjalanan, memperluas pertemanan dan relasi.

Arya memiliki beban kerja yang cukup berat. Kurang percaya diri hingga kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan agen lain atau penyuplai juga ia alami. Selain itu, waktu bersama keluarga juga berkurang dikarenakan ia harus bekerja hingga ke luar kota. Namun ia menyakinkan dirinya sendiri untuk tetap bekerja agar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Arya berharap semoga usahanya tetap berjalan dengan lancar ke depannya dan semoga pekerjaan ini tidak menggangu perkuliahan serta dirinya bisa segera menyelesaikan perkuliahan dan wisuda dengan predikat cumlaude. Arya juga memberikan saran sebagai masukan untuk teman-teman yang masih ragu atau takut memulai kuliah sambil bekerja, “selagi masih bisa mengatur waktu untuk pekerjaan sampingan, bekerjalah asalkan halal, berusahalah untuk bekerja sendiri dan jangan habiskan waktumu untuk hal yang tidak berguna.”

Redaktur: Anna Fauziah Pane

Related posts

Lawan rasa Insecure dengan Self Love, Mahasiswa USU ini Hadir Menginspirasi

redaksi

Steven Tenady, Peraih Perak KNMIPA Nasional 2021

redaksi

Produktif juga Eksis di Ajang Kedutaan dan Keputrian, Yuk Kenalan dengan Nabilah Putri!

redaksi