SUARA USU
Opini

Awalnya Antusias Bukber, Nyatanya Hanya Wacana

Oleh : Anjali Simanjuntak

Suara USU, Medan. Sejak beberapa minggu sebelumnya bahkan beberapa bulan, umat Islam akan menanti-nanti datangnya bulan Ramadan. Hari demi hari menuju Ramadan semakin dekat. Antusiasme menyambut Ramadan tidak pernah turun. Salah satu hal yang dinantikan dan tentunya hampir tidak pernah terlewatkan adalah bukber atau buka bersama. Sebuah agenda yang bisa mempertemukan teman lama dari teman SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Mungkin dengan diadakannya bukber, teman-teman lama dapat bertegur sapa kembali dan bertanya kabar.

Bulan Ramadan juga dapat menjadi titik balik merajut tali pertemanan yang mulai renggang. Di usia sekarang, mulai banyak teman-teman yang sibuk dengan jalannya masing-masing. Ada yang fokus pendidikan, ada yang fokus di dunia kerja. Momen bertemu menjadi lebih sulit direalisasikan. Momen bulan Ramadan  dapat menjadi waktu yang sangat potensial untuk mengumpulkan teman-teman. 

Biasanya sebelum dilakukan buka bersama tentu telah disusun rencana sejak beberapa minggu sebelum pertemuan. Awalnya banyak teman-teman yang antusias membahas rencana buka bersama. Namun, beberapa hari sebelum acara, banyak yang tidak jadi ikut bergabung. Alasannya pun bermacam-macam, dari yang sudah ada rencana lain, keuangan menipis, dan lainnya. Alhasil beberapa diantaranya hanya sekedar wacana belaka. Padahal beberapa orang mungkin sudah sangat antusias untuk bertemu teman lama. 

Perasaaan kecewa tentu saja ada. Sebab ada perasaan sudah sangat ingin bertemu dengan teman-teman lama, namun sebagian teman-teman justru tidak menginginkan pertemuan ini. Bagaimanapun harus menghargai pilihannya dan tidak bisa memaksakan kehendaknya. Ada beberapa hal yang tidak bisa dikontrol, termasuk hal ini. 

Redaktur : Balqis Aurora


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Terancamnya Nasib Masyarakat Adat di Tengah Mega Proyek IKN

redaksi

Proyektor dan HDMI Bermasalah, Siapa yang Salah?

redaksi

Omong Kosong Perpanjangan PPKM Kalau Pemerintah Tidak Cermat dalam Penanganan Covid-19!

redaksi