Oleh: Alya Arianti
Suara USU, Medan. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan aksi nyata dalam mencetak lulusan siap kerja. Melalui skema Magang Mitra, mahasiswa USU telah menyelesaikan penugasan intensif selama tiga bulan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota, terhitung sejak 9 September hingga 20 Desember 2025.
Sistem penempatan peserta magang di BPJS Ketenagakerjaan terbagi ke dalam dua unit kerja utama, yaitu divisi administrasi kantor dan divisi operasional lapangan. Dalam hal ini, penulis ditempatkan pada bagian operasional lapangan yang berfokus dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Berpusat di Jalan Kapten Patimura No. 334, Medan, para mahasiswa menjadi garda depan dalam mengedukasi masyarakat serta memastikan kepatuhan perusahaan mitra.

Dalam penugasan lapangan tersebut, mahasiswa diberi tanggung jawab untuk melakukan kunjungan langsung ke perusahaan-perusahaan yang memiliki piutang iuran. Mereka tidak hanya melakukan penagihan, tetapi juga berperan sebagai edukator dengan memberikan solusi atas kendala ekonomi maupun ketidaktahuan prosedur yang dihadapi mitra. Selain itu, mahasiswa turut melakukan data cleansing dengan memverifikasi validitas data perusahaan, seperti alamat, kontak PIC, serta data lainnya guna memastikan efisiensi pelayanan BPJS Ketenagakerjaan di masa depan.
Sejalan dengan upaya peningkatan kepatuhan perusahaan, mahasiswa juga bergerak merangkul sektor informal melalui akuisisi peserta segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan target minimal 20 peserta baru per mahasiswa, sosialisasi dilakukan secara persuasif kepada pedagang hingga pengemudi ojek mengenai pentingnya manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Pendekatan personal menjadi kunci utama dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain aktivitas fisik di lapangan, program magang ini juga mengintegrasikan inovasi digital dan pengembangan kapasitas profesional mahasiswa. Para peserta memproduksi konten edukasi kreatif melalui Reels Instagram dan YouTube guna menjangkau audiens milenial dan Generasi Z secara lebih luas. Selama 15 minggu, mahasiswa juga dibekali dengan berbagai seminar daring melalui Zoom Meeting yang mengangkat topik strategis, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan karier, strategi seleksi BUMN, hingga penguatan resiliensi mental.
Sinergi antara kerja lapangan yang intensif dan pengayaan wawasan digital tersebut menciptakan pengalaman belajar yang bersifat hibrida. Mahasiswa tidak hanya mengasah hard skills dalam analisis data dan riset kebijakan, tetapi juga mempertajam soft skills seperti kemampuan negosiasi dan manajemen waktu yang krusial di dunia kerja.
Program magang ini membuktikan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan perlu diupayakan melalui kombinasi kehadiran langsung di lapangan dan pemanfaatan inovasi teknologi. Meskipun sistem digital terus berkembang, peran mahasiswa di lapangan tetap menjadi cara efektif dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dengan berakhirnya program ini, lulusan Universitas Sumatera Utara diharapkan siap menjadi tenaga kerja yang kompeten, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kesejahteraan tenaga kerja Indonesia.
Artikel ini merupakan publikasi sebagai syarat konversi SKS Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Ilmu Politik USU.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment