Oleh: Samuel Krisanto Sinaga, Najwa Siti Hajar, Rivaldo Timothy H. Purba, dan Samuel Sihombing
Suara USU, Medan. Kelurahan Tanjung Rejo yang berada di Kecamatan Medan Sunggal terus menunjukkan komitmen terhadap pembangunan wilayah dan peningkatan pelayanan publik. Dengan luas wilayah sekitar 350 hektare yang terbagi ke dalam 24 lingkungan, kelurahan ini menjadi pusat aktivitas masyarakat bagi sekitar 36.000 jiwa. Infografis perbandingan kinerja tahun 2023 dan 2024 memperlihatkan sejumlah capaian penting yang mencerminkan pertumbuhan wilayah secara stabil.
Jumlah penduduk Kelurahan Tanjung Rejo mengalami peningkatan sebesar 84 jiwa, dari 36.074 jiwa pada tahun 2023 menjadi 36.158 jiwa pada tahun 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan jumlah penduduk perempuan yang naik dari 18.364 menjadi 18.455 jiwa. Dari sisi keagamaan, penganut Islam tetap mendominasi dengan jumlah yang meningkat dari 27.472 menjadi 27.569 jiwa. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada penganut agama Hindu sebanyak 958 jiwa, sementara jumlah penganut agama Buddha mengalami penurunan sebesar 952 jiwa, menunjukkan adanya dinamika sosial dalam struktur masyarakat.
Dalam bidang ketenagakerjaan, kategori mata pencaharian Lainnya masih mendominasi dan mengalami peningkatan sebanyak 94 jiwa hingga mencapai 30.759 jiwa pada tahun 2024. Sektor formal juga menunjukkan pertumbuhan, dengan jumlah pekerja swasta bertambah 11 jiwa dan PNS/ASN meningkat 4 jiwa. Kenaikan cukup mencolok juga terlihat pada sektor pertanian, di mana jumlah petani meningkat dari 69 menjadi 84 jiwa. Namun demikian, beberapa sektor mengalami penurunan, khususnya jumlah pensiunan yang berkurang 31 jiwa serta pelaku perdagangan yang menurun 16 jiwa.
Dari sisi infrastruktur dan pelayanan publik, jumlah tempat peribadatan meningkat dari 34 unit pada tahun 2023 menjadi 35 unit pada tahun 2024. Peningkatan ini dipengaruhi oleh bertambahnya satu unit gereja, dari 9 menjadi 10 unit, yang menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan kerohanian masyarakat. Pada sektor kesehatan, perkembangan signifikan terjadi pada layanan tingkat lanjutan. Jumlah rumah sakit bertambah dari satu menjadi dua unit, sementara jumlah tempat praktik dokter meningkat tajam dari 20 menjadi 28 unit. Di sisi lain, fasilitas kesehatan dasar mengalami penyesuaian, ditandai dengan berkurangnya jumlah Posyandu dari 18 menjadi 13 unit serta tempat praktik bidan dari 5 menjadi 3 unit, yang mengindikasikan adanya pergeseran fokus layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, kinerja Kelurahan Tanjung Rejo selama periode 2023–2024 mencerminkan pertumbuhan yang relatif stabil serta upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Laporan ini menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah kelurahan sekaligus gambaran objektif atas dinamika pembangunan yang berlangsung dalam kurun waktu satu tahun.
Artikel ini merupakan publikasi Praktik Kerja Lapangan dengan dosen pengampu Bapak Yan Batara Putra Siringoringo, S.Si., M.Si.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment