SUARA USU
Life Style

Crab Mentality: Tentang Rasa Iri Dengan Kesuksesan Orang Lain

Penulis: Greciana Margarethe

Suara USU,  Medan. Pernah merasa iri dan jengkel melihat IPK teman lebih tinggi dari kamu? Pernah menanggapi negatif bahwa kesuksesan teman tak lepas hanya karena keberuntungannya saja? Ataupun pernah tidak senang jika melihat temanmu lebih sukses darimu? Hati-hati bisa saja itu adalah crab mentality

Apa itu crab mentality? Crab mentality adalah analogi dari perilaku egois yang iri terhadap kesuksesan dan keberhasilan orang lain. Ibaratnya ketika kepiting dimasukkan ke dalam ember, beberapa kepiting akan mencoba naik ke atas untuk keluar. Namun, kepiting lainnya akan menarik kembali kepiting yang sedang naik ke atas agar tetap berada di dalam ember yang sama. Kepiting akan memilih untuk mati bersama di dalam ember. Prinsip mentalitas kepiting “Jika saya tidak bisa memilikinya, anda pun tidak bisa”.

Faktor-faktor dari crab mentality:

Beberapa faktor munculnya crab mentality yaitu:

  1. Perasaan iri dan kompetitif

Perasaan iri melihat kemajuan orang lain cenderung memunculkan ejekan atau remehan kepada orang yang sedang berusaha mencapai kesuksesan, sehingga akan membuat orang tersebut enggan melanjutkan usaha mereka. Inilah yang akan membuatnya jauh dari kesuksesan. Kalimat ejekan, remehan serta kritikan dari orang tersebut hanya ingin membuat orang terus berada di tingkat yang sama seperti dirinya.

  1. Rasa percaya diri yang rendah

Seseorang dengan crab mentality cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah, karena  ketika melihat orang lain menuju kesuksesan ia tidak percaya diri untuk ikut juga dalam meraih kesuksesan. Oleh karena itu, orang tersebut akan menghasut orang lain agar tidak bertindak menuju kesuksesan mereka.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar dari sifat kompetitif tidak meninmbulkan mental kepiting:

  • Melakukan intropreksi diri
  • Hindari memberi pengaruh negatif kepada orang lain
  • Mengembangkan potensi dalam diri
  • Memandang kesuksesan orang lain sebagai motivasi
  • Berkelompok dengan orang yang supportif

Jika tidak segera dihilangkan mentalitas kepiting akan berdampak buruk bagi hubungan anda dengan orang lain untuk itu daripada sibuk menjatuhkan orang lain, lebih baik memacu diri kita untuk jadi lebih baik lagi.

Redaktur: Zukhrina Az Zukhruf


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Rutin Cuci Handuk Bantu Atasi Jerawat Punggung? Cek Faktanya Disini

redaksi

Deulcast dan Trend Nikah Muda Saat Ini

redaksi

Forest Gump, Keterbatasan Bukan Hambatan Berprestasi

redaksi