SUARA USU
Life Style

Culture Shock! Adaptasi Mahasiswa Daerah di Kota Besar

Penulis : Virgi Oktavia Stefani Simamora

Suara USU, MEDAN. Masuk perguruan tinggi merupakan tujuan setiap calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan lebih tinggi. Kebanyaka siswa SMA setelah lulus akan memilih menjadi mahasiswa dari salah satu peguruan tinggi. Bukan hanya anak kota saja yang menginginkan menjadi mahasiswa tetapi dari dalam daerah juga banyak.

Biasanya anak daerah yang ingin kuliah keluar daerahnya akan memilih untuk merantau ke kota lain demi menempuh pendidikan yang diinginkan. Mahasiswa yang memilih kuliah di kota besar bukan karena tidak ada universitas di daerahnya melainkan mencari perguruan tinggi dan taraf kehidupan yang lebih tinggi lagi di kota.

Banyak beberapa dari mahasiswa daerah yang berpikir bahwa hidup di kota akan jauh lebih menyenangkan. Namun, pada kenyataanya tidak selalu seperti itu. Hidup di kota besar memang akan membawa kita ke taraf kehidupan yang lebih baik berbeda mahasiswa, kehidupan di kota untuk mahasiswa terasa sangat berat apalagi jauh dengan orang tua.

Mahasiswa yang datang dari daerah ke kota besar kemungkinan akan mengalami culture shock, di mana mereka akan dihadapkan dengan banyak sekali perubahan. Hal ini menjadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan karena saat kita beradaptasi dengan Sesuatu yang baru pasti kita akan belajar untuk itu. Adapun adaptasi yang mereka harus lakukan sebagai berikut.

1. Adanya Perbedaan Gaya Bahasa

Merantau ke kota besar merupakan tantangan sendiri untuk setiap perantau yang berasal dari luar daerah terutama para mahasiswa yang berasal dari daerah juga. Bahasa yang mereka gunakan saat di daerah masing-masing ketika ke kota mengalami banyak perubahan. Mulai dari bahasa yang berbeda, gaya bahasa, sampai penyebutannya pun banyak yang berbeda. Oleh karena itu, kesulitan belajar beradaptasi dengan bahasa menjadi salah satunya.

2. Tantangan Menjadi Hemat

Selain gaya bahasa adaptasi, khususnya mahasiswa perantau adalah menghemat. Mereka yang jauh dari orang tua tentu menjadi tantangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang dari mahasiswa mencari tambahan untuk mencukupi kebutuhannya. Apalagi kebutuhan sehari-hari seperti makan yang mereka harus persiapkan 3 kali dalam sehari karena pengeluaran kebutuhan di kota jauh lebih banyak dan mahal dibandingkan didaerah.

3. Pergaulan Di kota Yang Hingar Bingar

Berbeda dengan kehidupan pergaulan di daerah. Di kota, mahasiswa akan lebih sangat waspada dalam bergaul. Kebanyakan pergaulan di kota lebih ke arah bebas dibandingkan kehidupan di daerah. Jadi, mahasiswa yang berasal dari daerah harus beradaptasi dengan menyaring pergaulan yang baik dan yang salah agar saat bergaul tidak salah jalan.

4. Belajar Ambis Saat Di kota

Kebanyakan anak di kota lebih kreatif terutama dalam dunia digital baik dari segi ekonomi dan pendidikan. Metode pembelajaran di kota juga mengarah ke digitalisasi yang di mana saat anak daerah belajar di kota besar dan belajar di kota, mereka akan banyak belajar pentingnya kehidupan teknologi. Bukan hanya itu, mereka juga akan ambis melihat orang di sekitarnya lebih ambis lagi.

Redaktur: Wiranto Asruri Siregar


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Menakjubkan, Ini Alasan Mengapa Buah Kurma Menjadi Buah yang Istimewa di Bulan Ramadhan

redaksi

Budaya Ngaret, Menyebalkan dan Berdampak Negatif

redaksi

Kenali Manfaat Olahraga yang Jarang Diketahui Banyak Orang!

redaksi