SUARA USU
Kabar Kampus

Gagaskan Pusat Rehabilitasi Bagi Pasien Pecandu Narkoba, Tim PKM VGK USU Melaju ke PIMNAS 36 Tahun 2023 dengan Ide Toba Ecotherapy

Oleh: Muhammad Irsan/Ichsanuddin/Abdillah Thoha/M. Tito Apriandi/Indah Mutya

Suara USU, Medan. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Universitas Sumatera Utara (USU) melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-36 tahun 2023. Dalam partisipasi kali ini, mereka membawa sebuah ide penyembuhan bagi pecandu narkoba berupa Toba Ecotherapy.

Dengan judul “Toba Ecotherapy : Pusat Rehabilitasi Berbasis Green Architecture Sebagai Upaya Penyembuhan Diri Demi Mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba”, Tim PKM-VGK USU membuat sebuah konsep inovasi pusat rehabilitasi berbentuk video kreatif. Hal ini berbentuk pemecahan masalah secara konstruktif yang dikomunikasikan dalam bentuk konten video di media sosial.

Awalnya, PKM-VGK dibuat untuk mengakomodasi kesenangan generasi saat ini dalam mengunggah konten di media sosial dan mewadahinya dalam koridor kreativitas, keilmiahan, dan kemanfaatan. Gagasan yang dibuat diharapkan dapat memecahkan masalah kekinian yang terjadi di masyarakat yang terkait dengan isu keprihatinan bangsa Indonesia dan/atau isu tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Alasan mengangkat isu narkoba adalah karena narkoba menjadi salah satu faktor terancamnya ketahanan bangsa dikarenakan performa usia produktif yang tidak prima. Seorang pecandu narkoba akan kehilangan kontrol atas dirinya sendiri dan tidak lagi mempertimbangkan masa depan.

Maka, ide ini dibuat untuk mengatasi generasi muda berusia produktif untuk sembuh dari situasi tidak menguntungkan itu. Upaya yang akan dilakukan melalui ide ini sangatlah penting untuk era bonus demografi yang akan datang agar dapat mencegah generasi muda berbakat hilang di masa depan.

Toba Ecotherapy menggunakan pendekatan terapeutik yang melibatkan pemanfaatan alam dan lingkungan alamiah untuk memfasilitasi pemulihan individu yang mengalami penyalahgunaan narkoba. Terapi ini mencakup berbagai aktivitas di alam terbuka, terapi alam, atau penggunaan alam sebagai alat terapi untuk membantu individu dalam pemulihan.

Healing environment menjadi bagian dari konsep ecotherapy dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendukung, aman, dan nyaman bagi pasien dalam mengatasi ketergantungan mereka. Selain itu, masih ada beberapa fasilitas yang dicanangkan dalam ide ini.

Therapy Space merupakan fasilitas utama pada bangunan Tobat Ecotherapy untuk membantu proses penyembuhan pada pasien pecandu narkoba. Ruangan ini dirancang untuk menyediakan lingkungan yang dekat dengan alam, nyaman, dan aman bagi individu untuk mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan perilaku.

Pada ruangan ini nantinya para pasien akan menerima perawatan atau konseling dengan bantuan teknologi VR dilengkapi teknologi sensorik yang menambah suasana lebih realistik. VR Room bisa membantu pasien dalam mengontrol pikiran, melatih mindfulness, dan melepaskan energi negatif sehingga dapat meningkatkan efektivitas penyembuhan secara keseluruhan.

Ada juga beberapa prasarana lainnya, seperti Area Edu Space yang merupakan tempat untuk melakukan edukasi mengenai dampak buruk dari penggunaan narkoba yang dikemas dengan teknologi AR (Augmented Reality). Selanjutnya, terdapat Public Space yang merupakan area terbuka hijau dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas. Terdapat beberapa area seperti Lounge, Green Canteen, Smart Park, Creative Dome dan Heal Garden.

Satu hal yang juga penting, yaitu Sport Space sebagai tempat olahraga yang dapat dimanfaatkan untuk menyehatkan diri, mengurangi tingkat stres dan meningkatkan metabolisme tubuh. Seluruh fasilitas ini nantinya dapat digunakan oleh pasien-pasien pecandu narkoba dalam masa penyembuhan mereka.

Ide-ide yang sudah dipersiapkan ini nantinya akan dibawakan pada ajang kompetisi PIMNAS yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Tim PKM-VGK bersama dengan berbagai mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia akan berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Pelaksanaan PIMNAS 2023 dijadwalkan pada 26 November – 01 Desember 2023 mendatang di Universitas Padjajaran, Jatinangor.

Tim PKM-VGK USU Toba Ecotherapy beranggotakan lima orang mahasiswa USU, yaitu Muhammad Irsan (Teknik Industri), Ichsanuddin (Arsitektur), Abdillah Thoha (Teknik Industri), M. Tito Apriandi (Teknik Industri), dan Indah Mutya (Teknik Kimia). Para mahasiswa ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Meilita Tryana Sembiring, MT, IPU selama prosesnya.

Tim PKM-VGK telah berhasil melewati beberapa tahapan, seperti administrasi, evaluasi penetapan proposal yang didanai, pelaksanaan dan pelaporan, monitoring evaluasi, serta pengumuman lolos PIMNAS dan pelaksanaan PIMNAS. Mereka bersaing dengan lebih dari 37 ribu proposal, 5 ribu pendanaan nasional, hingga menjadi salah satu dari 525 tim PKM yang lolos ke PIMNAS.

Jika ide perancangan ini dapat terealisasi di masa depan, Tim PKM-VGK yakin akan dapat membantu menyelesaikan isu permasalahan nasional yang menjadi keprihatinan Indonesia yaitu narkoba. Tak hanya itu, Toba Ecotherapy juga turut membantu program Sustainable Development Goals nomor 3 mengenai kesehatan yang baik dan kesejahteraan serta nomor 9 mengenai Industri, Inovasi dan Infrastruktur.

 

Redaktur: Anggie Syahdina Fitri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pergelaran Seni Budaya Simalungun, Melek Budaya Ala IMAS USU

redaksi

Tips Produktif Ala Nur Rahmi Aqilia, Mahasiswi Universitas Sumatera Utara dengan Segudang Prestasi

redaksi

IMUN, Simulasi Menjadi Delegasi Konferensi PBB

redaksi