Home Musik Gemilang-Perunggu, Meraih Mimpi dalam Iringan Doa Orang Tua
Musik

Gemilang-Perunggu, Meraih Mimpi dalam Iringan Doa Orang Tua

Share

Oleh: Rosani Margaretha Samosir

Lagu Gemilang yang dipopulerkan oleh Perunggu merupakan salah satu lagu dalam album debut Dalam Dinamika yang dirilis pada 22 Agustus 2025.  Liriknya ditulis oleh Maul Ibrahim, vokalis Perunggu. Lagu ini menjadi salah satu karya Perunggu yang paling berkesan karena mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang, yakni perjuangan seorang anak dalam mengejar masa depan yang selalu diiringi doa dan harapan kedua orang tuanya.

Lewat lagu ini, Perunggu mengajak pendengar menyelami perjalanan panjang seseorang dalam menghadapi kerasnya kehidupan, mulai dari rasa lelah, keraguan, hingga akhirnya menyadari bahwa setiap langkah yang berhasil dilalui tidak pernah lepas dari dukungan dan doa orang-orang yang selalu percaya kepadanya.

Bagian awal lirik langsung menggambarkan beratnya perjuangan yang harus dihadapi seseorang dalam menjalani kehidupan. Perunggu menghadirkan realitas bahwa perjalanan menuju masa depan tidak selalu mudah, melainkan dipenuhi tantangan dan beban yang harus dipikul setiap hari. Hal tersebut tergambar melalui penggalan lirik berikut.

Terjilat matahari timur yang kejam
Sengat melekat di bahuku

Perlukah

Menepi menyisi sebentar?

Tapi ku wajib tepat waktu

Lirik tersebut menjadi metafora tentang kerasnya kehidupan. “Matahari timur yang kejam” melambangkan rutinitas yang harus dihadapi sejak pagi, sementara “sengat melekat di bahuku” menggambarkan beban dan tanggung jawab yang terus dipikul. Perunggu tidak meromantisasi perjuangan, tetapi memperlihatkan bahwa setiap langkah menuju masa depan selalu diiringi pengorbanan.

Meski begitu, lagu ini tidak berhenti pada rasa lelah. Perunggu menunjukkan bahwa seseorang tetap mampu bertahan karena memiliki tujuan yang ingin dicapai. Hal tersebut terlihat melalui penggalan lirik berikut.

Keluhan demi keluhan
Segera kugilas perlahan
Karena ini yang kumau

Berkah kepala yang batu

Semua yang ragukan atau tak percaya

Debu pagi kujelang

Lirik ini menggambarkan sikap pantang menyerah. Keluhan tidak dihilangkan, tetapi dihadapi dan perlahan dilewati. Perunggu seolah ingin mengatakan bahwa menjadi dewasa bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan tetap berjalan meskipun rasa lelah terus datang silih berganti.

Perjalanan panjang itu kemudian membawa seseorang pada fase ketika ia mulai melihat hasil dari semua perjuangannya. Namun, keberhasilan ternyata tidak menghapus seluruh beban yang pernah ada.

Tak terasa
Sebelas tahun t’lah berselang
Masih terasa di bahuku
Beban yang bercampur bangga t’lah kurengkuh

Penggalan lirik tersebut menunjukkan bahwa proses menuju keberhasilan membutuhkan waktu yang tidak singkat. “Sebelas tahun” bukan sekadar hitungan waktu, melainkan simbol perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Beban yang dahulu terasa berat kini berubah menjadi kebanggaan karena menjadi bukti bahwa seseorang mampu bertahan melewati berbagai rintangan.

Puncak makna lagu ini hadir ketika Perunggu mengungkapkan bahwa di balik setiap usaha, selalu ada doa orang tua yang menyertai.

Pasti doamu yang lancarkan upayaku
Mesti doa yang meluncur dari bibirmu

Dan yang kutahu kau takkan pernah berhenti

Tumbuhku kini semoga sesuai yang kau impi

Dua baris ini menjadi inti dari keseluruhan lagu. Perunggu mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari doa-doa yang dipanjatkan tanpa henti oleh orang tua. Mereka mungkin tidak selalu hadir dalam setiap langkah, tetapi harapan mereka terus mengiringi setiap perjalanan anaknya.

Perasaan tersebut semakin dipertegas melalui bagian reff yang menjadi salah satu bagian paling emosional dalam lagu ini.

Tertulis jelas namaku
Di setiap harap malammu

Tentang masa depan, tentang masa terang

Warisan akal budi gemilang

Lirik ini menggambarkan kasih sayang orang tua yang sering kali tidak diucapkan secara langsung. Nama seorang anak selalu hadir dalam doa-doa mereka, disertai harapan agar kehidupannya kelak dipenuhi kemudahan dan masa depan yang lebih baik. Di balik setiap kerja keras orang tua, tersimpan impian sederhana untuk melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berhasil.

Harapan tersebut kemudian dijawab oleh sang anak melalui penggalan lirik berikut.

Pelan pasti ku kabulkan
S’gala catatan harapmu
Kubelah jalan kuterjang

Pemilihan kata “pelan” menjadi kekuatan tersendiri dalam lagu ini. Perunggu tidak menjanjikan keberhasilan yang datang secara instan. Sebaliknya, mereka mengakui bahwa setiap mimpi membutuhkan proses, waktu, dan perjuangan. Selama seseorang terus melangkah, harapan itu akan selalu memiliki kesempatan untuk diwujudkan.

Pada akhirnya, Gemilang bukan sekadar lagu tentang mengejar kesuksesan. Lagu ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan seorang anak, selalu ada doa yang tak pernah putus dari kedua orang tuanya. Perunggu berhasil menghadirkan sebuah karya yang sederhana, tetapi mampu menyentuh banyak orang karena mengangkat kisah yang begitu dekat dengan kehidupan.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.