Home Kabar Kampus Generasi Campus Roadshow Medan Hadirkan Diskusi Seputar Bakat Bersama Tokoh Inspiratif
Kabar Kampus

Generasi Campus Roadshow Medan Hadirkan Diskusi Seputar Bakat Bersama Tokoh Inspiratif

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Fatimah Roudatul Jannah

Suara USU, Medan. GRAB X Narasi Academy menyelenggarakan Generasi Campus Roadshow Medan pada Rabu (19/11) di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini menghadirkan Najwa Shihab, Raditya Dika, Nicholas Saputra, dan Idgitaf sebagai pembicara utama, serta menjadi wadah diskusi mengenai bakat dan proses pengembangannya melalui dukungan lingkungan sekitar. Peserta juga mendapat kesempatan mengikuti Un-Class Session bersama tiga tokoh inspiratif dalam bidang jurnalisme, perfilman, dan penulisan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta terpilih mengikuti kelas eksklusif dengan tiga pembahasan, yaitu “Jurnalisme Berdampak: Bertemunya Passion dan Critical Thinking” bersama Najwa Shihab, “Berpikir Kreatif, Berkarya dengan Passion” bersama Nicholas Saputra, serta “Passion Menulis: Dari Hal Receh Jadi Cerita Kuat” bersama Raditya Dika. Peserta juga dapat berdiskusi langsung, bertanya, dan berbagi pengalaman mengenai bakat serta proses pengembangannya.

Diskusi utama menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam menumbuhkan bakat. Najwa Shihab menyampaikan bahwa bakat hadir dari percikan rasa penasaran dari dalam diri yang dapat membesar ketika mendapat dorongan dan dukungan lingkungan sekitar. Menurutnya, pertemuan antara suara hati dan orang-orang yang mendukung menjadi pendorong utama lahirnya passion.

Pandangan tersebut diperkuat Nicholas Saputra yang menyatakan bahwa bakat bukan sekadar ketertarikan sesaat, tetapi dorongan untuk terus melakukan sesuatu secara konsisten. Ia menuturkan perjalanan kariernya dalam dunia akting yang awalnya tidak direstui keluarga. Namun, dengan terus mendalami dan menunjukkan hasil terbaik, keluarga akhirnya menerima pilihan karier yang ia tempuh. Nicholas juga mengingatkan pentingnya mengenali diri sebagai langkah dasar memahami bakat dan menemukan lingkungan yang tepat untuk berkembang.

Raditya Dika turut menceritakan pengalamannya dalam memproduksi series pertama berjudul Malam Minggu Miko. Cerita yang awalnya ditampilkan di YouTube kemudian menarik perhatian KompasTV dan diangkat ke layar televisi nasional. Meskipun tidak memiliki pengetahuan perfilman dan penyutradaraan pada awalnya, Raditya menunjukkan bahwa dorongan untuk belajar dan percaya pada proses dapat membuka kesempatan pengembangan bakat. Ia menegaskan bahwa keberanian untuk memulai merupakan kunci.

Sebagai pembuka, Idgitaf membagikan perjalanan dalam mengembangkan bakat menyanyi dan menekankan pentingnya membangun keunikan agar dapat menonjol di tengah banyaknya bakat serupa. “Maka penting juga kita sadari, kalau kita punya bakat, apa yang membedakan kamu dari orang-orang yang punya bakat sama denganmu,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi ajang bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.