SUARA USU
Entertaiment Film

Inang: Kasih Ibu Sepanjang Masa

source: Idn.picts

Oleh: Balqis

Akhir-akhir ini film bergenre horor sedang merajai layar lebar indonesia. Banyak film dengan genre ini hadir membawakan cerita unik.  Nuansa yang baru untuk menghibur para pecinta film bergenre horor. Salah satu film dengan genre horor yang saat ini sedang tayang di indonesia adalah “Inang”.

Film ini disutradarai oleh Fajar Nugros dan diperankan oleh aktor dan aktris kondang Indonesia seperti Naysila Mirdad, Dimas Anggara, Lydia Kandou dan Rukman Rosadi. Semenjak perilisannya di tanggal 13 Oktober 2022, film Inang sudah berhasil menggaet lebih dari 710.000 penonton.

Inang bercerita tentang seorang perempuan bernama Wulan yang sedang hamil. Kehamilan Wulan sayangnya tidak hanya membawa kebahagiaan bagi Wulan namun juga kesulitan karena pacarnya yang memutuskan hubungan dengannya juga kondisi ekonominya yang buruk. Wulan yang tidak tega untuk membunuh anak yang tengah di kandungnya kemudian memutuskan untuk mencari solusi secara online.

Di tengah keterpurukannya, Wulan kemudian dihubungi oleh salah satu relawan di grup facebook yang bersedia membantu untuk permasalahannya. Dari grup tersebut ia lalu bertemu dengan keluarga Santoso. Keluarga ini hanya terdiri dari sepasang kakek dan nenek yang ingin mengadopsi anak Wulan. Mereka bahkan menyarankan Wulan untuk tinggal di rumah mereka sampai waktu melahirkan tiba. Karena kondisinya yang sulit Wulan pun menerima ajakan keluarga Santoso. Wulan pun kemudian diperlakukan dengan sangat baik, malah terlalu baik hingga beberapa kejadian aneh pun mendatangi Wulan.

Film dengan durasi 1 jam 56 menit ini sangat cocok untuk menemani sobat usu. Terutama untuk sobat usu yang bukan penggemar film dengan genre horor, film ini masih bisa dinikmati karena tidak terlalu menakutkan. Tidak seperti film genre horor lainnya yang penuh dengan hantu, nuansa seram, musik yang mencekam dan jumpscare, Film Inang hadir dengan ke-horror-an nya sendiri.

Hal yang membuat merinding di film ini bukanlah hantu atau jumpscarenya, melainkan alur ceritanya sendiri sudah membuat bulu kuduk merinding. Di awal film memang nuansa seram dan mencekam belum terasa. Namun dari pertengahan film sampai akhir penonton akan merasakan nuansa horrornya dan penasaran dengan alasan kenapa banyak kejadian aneh di rumah keluarga Santoso.

Film ini sangat cocok untuk ditonton sobat usu bersama teman-teman setelah melaksanakan ujian tengah semester!

Redaktur: Theresa Hana

Related posts

Love Hard, Kenyataan yang Tak Seindah Virtual

redaksi

Film Dune (2021): Setengah Keseruan Fantasi Villeneuve

redaksi

The East : Sejarah Kelam Indonesia Melalui Sudut Pandang Belanda

redaksi