Home Kabar Kampus Inovasi NUTRIMAMA Cegah Stunting, Mahasiswa Gizi USU Raih Bronze Award di Phoenix Essay Competition 2026
Kabar Kampus

Inovasi NUTRIMAMA Cegah Stunting, Mahasiswa Gizi USU Raih Bronze Award di Phoenix Essay Competition 2026

Share

Reporter : Nejla Assyifa Munthe 

Suara USU. Empat mahasiswi Program Studi Gizi Stambuk 2025 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU, Fathina Azzahra, Fadhilah Asri Yumna, Inayah Lalita, dan Naya Afra Mouri Ritonga, meraih Bronze Award dalam ajang Phoenix Essay Competition (PEC) 2026. Ajang ini diselenggarakan oleh B-PHA (Banyuwangi Public Health Association) HIMA Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga. Babak semifinal dan final yang dilangsungkan secara daring pada 13 Juni 2026. Tim ini sukses mengharumkan nama almamater setelah bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  

Keberhasilan ini diraih lewat gagasan inovatif yang mereka usung melalui esai berjudul NUTRIMAMA: Optimalisasi Makan Bergizi Gratis dan Tablet Tambah Darah bagi Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Gasasan ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka stunting di Indonesia yang bermula dari masalah gizi ibu hamil.  

“Motivasi kami berawal dari keprihatinan terhadap tingginya angka stunting di Indonesia yang semuanya berakar dari masalah gizi pada ibu hamil dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kami percaya kepedulian terhadap 1000 HPK akan melahirkan generasi terbaik penerus bangsa,” ungkap Inayah Lalita. Mereka menambahkan bahwa nilai jual utama dari gagasan NUTRIMAMA terletak pada pendekatan yang mengintegrasikan dua program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Tablet Tambah Darah (TTD), yang difokuskan secara khusus pada ibu hamil sebagai kelompok prioritas.  

Proses menuju penghargaan ini tidak mudah. Mengenai proses pengerjaannya, mereka mengungkapkan berbagai tantangan rumit yang harus dihadapi, terutama ketika memasuki babak semifinal. “Selama mengerjakan esai menurut kami bagian tersulitnya ketika mencari jurnal atau artikel mengenai MBG untuk Ibu Hamil karena MBG untuk Ibu Hamil sendiri baru baru saja dilaksanakan. Justru part yang paling membekas dan susah ketika babak semifinal. Dimana kami masih sangat awam dengan essay competition dan masih dibilang masih newbie banget di dunia essay membuat kami sedikit merasa kesulitan ketika menjawab pertanyaan oleh dewan juri dan melakukan beberapa kesalahan,” ujar Inayah Lalita. Meskipun demikian, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk tidak takut mencoba dan terus memperbaiki diri.  

Rasa syukur dan bangga pun dirasakan oleh seluruh anggota tim, mengingat mereka merupakan satu-satunya perwakilan dari USU yang berhasil lolos bersaing di antara ribuan pendaftar dari ratusan perguruan tinggi. “Meskipun bronze, setidaknya kami pulang tidak dengan tangan kosong. Bersaing dengan 150 PTN dengan total 2000 tim membuat kami bangga bisa membawa nama USU di skala perlombaan nasional,” ungkap Inayah Lalita.  

Tim berharap gagasan NUTRIMAMA dapat diimplementasikan secara nyata dengan persetujuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama pada kelompok yang paling krusial dalam permasalahan stunting, yaitu ibu hamil. Terlepas dari gelar pemenang yang didapat, mereka juga memetik pelajaran berharga untuk tidak pernah meragukan kemampuan diri, sekaligus menguasai skill baru mulai dari penyusunan argumen logis, teknik sitasi APA yang tepat, hingga cara menyampaikan gagasan ilmiah secara ringkas dan kuat. 

“Jangan pernah lelah untuk terus berinovasi. Mari kita buktikan bahwa mahasiswa Universitas Sumatera Utara berdaya saing tinggi,” pesan Inayah Lalita kepada mahasiswa USU lainnya.

Redaktur: Romaito Margareta 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.