Home Tulisan IRT Ceria Simangulampe: Meracik Cita Rasa Bawang Goreng Jadi Usaha Menguntungkan
Tulisan

IRT Ceria Simangulampe: Meracik Cita Rasa Bawang Goreng Jadi Usaha Menguntungkan

Share

Oleh: Asron Josep Naibaho, Dita Elisa Pitri Sidauruk, Mutiara Aishawary Arsya, Theodora Louisa Simbolon, Chestnia Ventika Malona Panjaitan, Fathan Maulana Mufthi, Angelina Sagala

Suara USU, Medan. Siapa sangka, dari dapur-dapur sederhana di Simangulampe, lahirlah camilan renyah yang mampu menggoyang lidah penikmat kuliner. Bawang goreng khas Simangulampe, hasil karya tangan kreatif para ibu rumah tangga, Bersama dengan mahasiswa KKN-T USU 2024.

Desa Simangulampe terletak di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Simangulampe berada di pesisir Danau Toba dan dikelilingi oleh perbukitan yang dimanfaatkan untuk pertanian, menciptakan pemandangan alam yang indah. Desa Simangulampe dikenal sebagai salah satu penghasil bawang merah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan potensi pertanian yang melimpah, masyarakat desa ini berupaya meningkatkan nilai ekonomis dari hasil pertanian mereka. Melihat peluang ini, mahasiswa KKN-T USU berinisiatif untuk membantu masyarakat dalam mengolah bawang merah menjadi bawang goreng, yang memiliki permintaan tinggi di pasar.

Proses Pendampingan

1.     Pelatihan Praktis: Mahasiswa KKN mengadakan pelatihan langsung mengenai teknik pembuatan bawang goreng. Pelatihan ini mencakup pemilihan bahan baku yang berkualitas, teknik penggorengan yang tepat, serta cara penyimpanan yang baik untuk menjaga kesegaran produk.

2.     Penggunaan Bahan Alami: Dalam proses pembuatan, mahasiswa mendorong penggunaan bahan alami tanpa tambahan pengawet atau perasa sintetis. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk tetapi juga menarik konsumen yang peduli akan kesehatan.

3.     Pemasaran Produk: Selain pelatihan produksi, mahasiswa juga memberikan bimbingan tentang strategi pemasaran. Mereka membantu kelompok ibu-ibu dalam merancang kemasan yang menarik dan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk mereka.

Hasil dan Manfaat

Setelah mengikuti pelatihan, kelompok ibu-ibu di Desa Simangulampe berhasil memproduksi bawang goreng dengan berbagai varian. Produk ini tidak hanya dijual di pasar lokal tetapi juga mulai menarik perhatian pembeli dari luar daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan memberdayakan perempuan di desa tersebut.

Pendampingan pembuatan bawang goreng oleh mahasiswa KKN-T USU di Desa Simangulampe merupakan langkah positif dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan meningkatkan keterampilan pengolahan, desa ini dapat memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas bagi komunitas desa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Tanggal kegiatan: 10 Oktober 2024

Mahasiswa MBKM KKN-T USU

Lokasi: Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan

Artikel ini adalah publikasi tugas MBKM- KKNT Universitas Sumatera Utara dengan Dosen Pengampu Dr. Ridwanti Batubara, S.Hut., MP.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.