SUARA USU
Film

It’s Okay Not to Be Okay: Belajar untuk Menerima Kelemahan Diri Sendiri

Oleh: Grace Pandora Sitorus

Suara USU, Medan. Drama Korea selalu menjadi sorotan bagi para penikmat hiburan di seluruh dunia. Terlebih lagi, drama Korea terkenal dengan ceritanya yang memotivasi dan menginspirasi, salah satunya drama Korea “It’s Okay Not to Be Okay”. Drama yang tayang pada tahun 2020 ini berhasil menyentuh hati penonton dengan pesan kuat tentang menerima kelemahan diri sendiri.

Dalam drama ini, kita akan mengikuti kisah Moon Gang-Tae (diperankan oleh Kim Soo-Hyun), seorang pria yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit jiwa. Ia tumbuh dengan beratnya hidup sebagai orang yang merawat kakaknya yang mengalami gangguan mental. Kemudian, ia bertemu dengan seorang penulis buku anak-anak bernama Ko Moon-Young (diperankan oleh Seo Ye-Ji), yang memiliki masa lalu kelam dan kecenderungan perilaku antisosial.

Drama ini mengeksplorasi tema yang cukup kompleks tentang bagaimana kelemahan seseorang dapat mempengaruhi hidupnya, dan bagaimana menerima kelemahan tersebut adalah langkah pertama untuk mengubah hidup menjadi lebih baik. Melalui karakter Moon Gang-Tae dan Ko Moon-Young, penonton dapat melihat bagaimana kedua karakter ini memiliki kelemahan yang mereka tidak ingin akui, dan bagaimana hal tersebut menghambat mereka dalam hidup. Namun, melalui perjuangan dan perjalanan karakter-karakter ini, kita akan belajar tentang arti sebenarnya dari menerima kelemahan diri sendiri.

“It’s Okay Not to Be Okay” juga menghadirkan nuansa misterius yang membuat penonton terus ingin menonton. Selain itu, penonton juga dapat menikmati hubungan yang semakin dekat antara Moon Gang-Tae dan Ko Moon-Young, serta cerita yang unik dan penuh kejutan.

Dari keseluruhan alurnya, drama ini menyajikan pesan kuat tentang bagaimana menerima kelemahan diri adalah langkah pertama untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, dan bahwa setiap orang layak diterima apa adanya. Jika kamu ingin menonton drama Korea yang penuh inspirasi dan motivasi, maka “It’s Okay Not to Be Okay” adalah pilihan yang tepat!

Redaktur: Tamara Ceria Sairo


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Film The Bad Seed 2018: Apakah Seseorang Terlahir Jahat atau Jahat Terlahir Atas Pengaruh Lingkungan?

redaksi

Kisah Perjuangan dan Penantian Setia dalam Film DUNKI

redaksi

Kukira Kau Rumah: Isu Kesehatan Mental yang Dibalut Kisah Percintaan

redaksi