SUARA USU
Life Style

Jejak Sejarah dan Makna Gelang Persahabatan yang Lebih dari Sekadar Aksesori

Oleh: Nadira Arfan/Zahra Zaina Rusty

Suara USU, Medan. Gelang persahabatan ternyata mempunyai jejak panjang dalam sejarah dan makna yang mendalam di berbagai budaya. Pada awalnya, gelang ini muncul sebagai simbol persahabatan dan solidaritas dalam suku-suku Indian di Amerika dengan mengusung pola dan warna khas.

Pada abad ke-19, terdapat peningkatan gelombang popularitas gelang persahabatan hingga ke Eropa yang kemudian dianggap sebagai simbol cinta dan pertemanan. Puncak kepopulerannya terjadi pada gerakan hippie pada tahun 1960-an, dimana gelang ini dianggap mencerminkan semangat perdamaian, kebebasan, dan cinta antarmanusia. Tak hanya itu, di era remaja 1980-an dan 1990-an, gelang persahabatan menjadi simbol gaya hidup kasual dan ekspresi pribadi.

Gelang persahabatan tidak hanya sekadar aksesori, tetapi dapat menjadi simbolik ikatan yang kuat antara sahabat-sahabat terdekat. Asal-usulnya mencuat dari budaya penduduk asli Amerika Tengah dan Selatan yang pada akhirnya popularitasnya merambah ke Amerika Serikat pada tahun 1970-an.

Keberadaannya kembali mencuat berkat lirik lagu “You’re On Your Own Kid” dari Taylor Swift. Para penggemar Swift terinspirasi membawa dan bertukar gelang persahabatan di konser, membagikan momen tersebut di media sosial. Sejak saat itu, gelang persahabatan mendapatkan popularitas global kembali.

Terdapat berbagai jenis gelang persahabatan, mulai dari yang terbuat dari benang atau tali hingga yang berhias manik-manik yang kini menjadi pilihan populer. Dengan warna yang beragam, gelang ini bukan hanya sebagai simbol persahabatan, tetapi juga sebagai ekspresi gaya hidup.

Kesederhanaan bahan dan kemudahan pembuatannya menjadikan membuat gelang persahabatan bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga sarana untuk menguatkan ikatan dengan orang-orang terdekat. Tradisi mengikatkan gelang ke tangan seseorang sebagai tanda persahabatan menjadi momen berkesan dalam budaya ini.

Dengan mengenakan gelang persahabatan, kita tidak hanya membawa sejarah panjang dan nilai-nilai persahabatan, tetapi juga merayakan keragaman budaya dan kreativitas dalam menyampaikan makna yang mendalam. Gelang persahabatan tidak pernah sekadar aksesori, ia adalah perjalanan dan kisah solidaritas yang terus hidup dari masa ke masa.

Redaktur: Grace Silva Situngkir


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Flexing, Penyakit Pamer dengan Gaya di Sosial Media

redaksi

Mengenal Lebih Dekat RRI, Radio Negara yang Masih Ada Sampai Sekarang

redaksi

Penggunaan Skincare Tidak Memandang Gender

redaksi