SUARA USU
Kabar Kampus

Jelang Hari Pemilu, Aliansi Mahasiswa Rakyat Menggugat Lakukan Aksi Unjuk Rasa.

 

Reporter: Balqis Aurora / Grace Pandora

Suara USU, Medan. Mendekati pemilihan umum yang sebentar lagi akan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024, Aliansi Mahasiswa Rakyat Menggugat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumatera Utara, pada hari Senin (12/02).

Aksi yang dilakukan merupakan bentuk simbolis dari kekecewaan para mahasiswa terhadap pemerintah pusat mulai dari presiden hingga menteri dan jajarannya yang berpihak pada salah satu paslon di Pemilu 2024. Keberpihakan ini ditandai dengan Presiden Indonesia yang turut mengikuti kegiatan kampanye paslon tersebut. Berbagai elemen mahasiswa Kota Medan ikut turun melakukan aksi terutama pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sekawasan, seperti BEM USU, BEM Fakultas, HIMJ, dan juga HMI cabang Medan.

Mengacu pada perkataan Aziz Syahputra selaku BEM USU yang ikut turun dalam aksi ini, setelah berdiskusi dan memperoleh hasil kesepakatan bersama terdapat 6 poin utama tuntutan yang diajukan oleh Aliansi Mahasiswa Rakyat Menggugat, yaitu :

  1. Mendesak presiden Jokowi untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat indonesia jika masih ingin ikut cakwe-cakwe, serta mendesak MPR RI & DPR RI melalui kantor DPRD SUMUT untuk segera melakukan proses pemakzulan presiden Jokowi ⁠
  2. Meminta KPU, Polri, dan TNI untuk netral pada Pemilu 2024
  3. ⁠Meminta Bawaslu mengawasi Pemilu 2024 dengan serius
  4. Menyesalkan putusa MK No.68/PUU-XX/2022 tentang menteri mencalonkan diri di Pilpres tanpa perlu mengundurkan diri
  5. ⁠Meminta kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan atau mengubah PP No. 52 tahun 2023 pasal 18 ayat 1
  6. ⁠Memaksa capres dan cawapres serta tim pemenangnya yang masih di jajaran eksekutif untuk mundur dari jabatannya dalam rangka mencegah conflict of interest

Aziz mengaku bahwa pihak BEM USU menjadi fasilitator dalam aksi unjuk rasa kali ini, “Untuk siapa inisiatornya kami tidak ingin mengegokan diri bahwasannya BEM USU yang berinisiatif tetapi BEM USU lah yang memfasilitasi untuk pergerakan mahasiswa saat ini,” ujar Aziz.

Gerakan demonstrasi di depan kantor DPRD yang dilakukan para mahasiswa ini banyak menerima hambatan dari pihak di luar Universitas Sumatera Utara daripada pihak kampus sendiri, “Intimidasi lebih banyak kami dapatkan dari pihak luar kampus. Rektorat sejauh ini hanya memberi pesan agar jangan mudah terprofokasi dan jaga nama baik kampus. Intinya pihak rektorat hanya memberi amanah agar jangan sampai ada kericuhan keributan,” tambahnya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa di depan kantor DPRD Sumatera Utara tersebut tidak mendapat tanggapan dari anggota DPRD Sumatera Utara.

 Redaktur: Feby Simarmata

Related posts

Hari Ini, Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN Resmi Berakhir

redaksi

Gonjang Ganjing Pemira USU 2022: Aliansi Mahasiswa Adakan Aksi Tolak Pertor di Depan Sekret Pema USU

redaksi

Rekrutmen Terbuka HIMALA USU, Ajak Mahasiswa Langkat Bersinergi Bersama!

redaksi