Home Sosok Johanes Mahasiswa Etnomusikologi USU dan Perjalanan Musiknya
Sosok

Johanes Mahasiswa Etnomusikologi USU dan Perjalanan Musiknya

Share
Sumber: Johanes Rizki Tinambunan

Oleh: Siti Aisyah

Suara USU, Medan. Nama Johanes Rizki Tinambunan atau akrab disapa Jojo mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mahasiswa Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU) ini bukan hanya dikenal di lingkungan kampus, melainkan juga di panggung nasional. Pada tahun 2015, ia berhasil meraih juara pertama di musim perdana Indonesian Idol Junior.

Namun, di balik sorotan kamera dan tepuk tangan penonton, Johanes tetap berpijak pada realitas. Ia adalah seseorang yang rendah hati, menjadikan musik bukan hanya sekedar hobi, tetapi juga sebagai jalan hidup yang ingin terus ditekuni.

Lahir di Batam dari keluarga sederhana, Johanes telah akrab dengan musik sejak ia masih kecil. Kebiasaan mendengarkan lagu-lagu di rumah membuatnya terbiasa untuk bernyanyi. Melihat bakat tersebut, orang tuanya memberikan dukungan penuh. Salah satu cara mereka menunjukkan dukungannya adalah dengan mendaftarkan Johanes dalam berbagai acara dan kompetisi.

“Dari kecil saya sudah sering bernyanyi di gereja. Orang tua yang melihat bakat itu langsung mendukung, bahkan sampai sekarang,” katanya.

Momen berharga yang membentuk dirinya terjadi ketika ia mengikuti Indonesian Idol Junior. Ini bukan hanya tentang menang, tetapi juga mengenai pengalaman belajar untuk menerima kritik, mengembangkan disiplin, dan menghargai dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

“Juara memang jadi kebanggaan, tapi yang lebih berharga adalah prosesnya. Bagaimana saya berjuang dan mendapat dukungan orang-orang,” ujarnya.

Perjalanan musik Johanes terus berlanjut dengan dukungan manajemen Star Media Nusantara. Ia telah merilis single resmi bersama Universal Musik Studio. Saat ini, selain aktif bernyanyi, ia juga menekuni studi di Program Studi Etnomusikologi USU. Ia merasa bahwa jurusan ini membuatnya untuk memahami musik dari berbagai perspektif, bukan hanya sebagai seorang penyanyi tetapi juga dalam konteks budaya dan teori.

Mengambil dua peran sekaligus memang bukan hal yang mudah. Seringkali jadwal kuliah bertabrakan dengan aktivitas bermusik. Meskipun demikian, Johanes berusaha untuk tetap disiplin dengan menetapkan skala prioritas yang jelas.

“Kalau ada kewajiban kuliah, itu harus dipenuhi dulu. Job atau acara saya atur di waktu yang tidak bentrok. Sisanya saya sisihkan untuk diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Johanes juga terlibat aktif dalam Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi (IME) sebagai anggota Badan Pengurus Harian Divisi Sumber Daya Manusia. Melalui organisasi ini, ia memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan dan pengembangan potensi mahasiswa. Ia juga berperan dalam mengadakan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan soft skill dan membangun relasi antarmahasiswa.

Menurut Johanes, kampus memiliki peranan yang krusial dalam mendukung mahasiswa yang memiliki minat di luar bidang akademik. “Kampus punya peran besar. Dengan adanya dukungan kampus, mahasiswa akan merasa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat mereka. Misalnya lewat ruang berekspresi, kegiatan kampus, atau sekadar dukungan moral dari dosen dan teman-teman,” ujarnya.

Di dalam kelas, Johanes sangat fokus pada mata kuliah yang dapat meningkatkan kreativitasnya. Ia memilih kursus-kursus seperti Teori Musik Barat, Manajemen Seni Wisata, dan Bengkel Studio Rekaman. Pengetahuan tersebut melengkapi pengalamannya di panggung dengan wawasan akademik yang mendalam.

“Menurut saya, sukses bukan hanya soal nilai atau IPK tinggi. Sukses itu ketika kita bisa menyeimbangkan akademik dengan pengembangan diri. Bisa belajar, bisa berkarya, bisa berkontribusi buat lingkungan sekitar,” katanya.

Di setiap langkah hidupnya, Johanes selalu memegang teguh nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tuanya, yaitu merasa takut kepada Tuhan, memiliki sikap rendah hati, dan senantiasa bersyukur. Dia menerapkan prinsip-prinsip tersebut baik dalam karier musik maupun di dunia akademik.

“Apa pun kesibukannya, kalau dilakukan dengan hati gembira, tidak terasa beratnya.”

Walaupun telah memiliki banyak pengalaman, Johanes tetap memiliki ambisi yang besar. Ia bercita-cita untuk meluncurkan lebih banyak karya musik dan suatu saat diharapkan dapat menjadi produser terkenal di kalangan luas. Dengan keahlian dalam produksi musik, pengeditan audio, serta manajemen konten digital, ia percaya bahwa dirinya dapat terus berkembang seiring dengan perubahan zaman.

Ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa lainnya untuk berani bercita-cita tinggi. “Kalau kamu sungguh-sungguh mengejar mimpi itu, kamu pasti bisa mencapainya. Apa yang kamu tanam, itu juga yang akan kamu tuai.”

Johanes percaya, anak muda Indonesia punya potensi luar biasa. Dengan ide kreatif, semangat tinggi, dan keberanian untuk bermimpi, mahasiswa bisa membawa perubahan besar.

“Kalau mahasiswa bisa menggabungkan ilmu akademik dan passion mereka, saya yakin masa depan Indonesia akan sangat luar biasa.”

Kisah Johanes Rizki Tinambunan mengajarkan kita bahwa kesuksesan bukan hanya tentang gemerlap panggung semata, melainkan tentang konsistensi menjaga mimpi di tengah berbagai peran yang dijalani. Dari Indonesian Idol Junior hingga bangku kuliah di Etnomusikologi USU, Jojo membuktikan bahwa passion dan pendidikan bisa berjalan seiring jika dijalani dengan disiplin, rendah hati, dan rasa syukur.

Redaktur: Alicia Reylina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.