SUARA USU
Tempat

Kafe Kaleng: Hidden Gem Bergaya Antik di Dekat USU

Oleh: Merry Gultom

Suara USU, Medan. Halo, Sobat SU! Bosan dengan kafe yang itu-itu aja? Lagi butuh suasana kafe yang berbeda? Sedang mencari rekomendasi kafe yang worth it di kalangan mahasiswa? Kafe hidden gem bertema jadul ini bisa jadi salah satu daftar wajib untuk Sobat SU sambangi, lho! Harganya nyaman di kantong, dan memiliki tempat yang terbilang cukup luas. ‘Kafe Kaleng’ namanya, bertempat di Jl. Jamin Ginting, Gang Senina No. 11, Sumber USU, Padang Bulan. Tepat di belakang asrama putri USU.

Ben Andoko yang merupakan owner sekaligus operator Kafe Kaleng memiliki alasan tertentu ketika memilih membangun kafe bertema retro ini. Beliau mengaku sangat hobi mengoleksi barang-barang antik, sehingga saat itu beliau berpikir ingin membuka warkop dan mulai memikirkan nama yang bagus. “Zaman dahulu ‘kan identik dengan kaleng. Saya kepikiran membuat nama Kafe Kaleng karena simple, unik, dan antik,” ujar Ben.

Kafe Kaleng ini mulai beroperasi sejak 11 Maret 2015. Namun, sempat tutup pada tahun 2019 silam, saat itu hampir seluruh sektor ditutup karena Covid-19 termasuk Kafe Kaleng ini. Saat dibuka kembali, Kafe Kaleng tidak sepenuhnya dimulai dari 0. Ben bersyukur pelanggan lamanya tidak melupakan kafenya dan tetap datang ke sini. Kafe Kaleng juga telah melakukan renovasi dan sekarang tempatnya semakin luas, menjadi dua lantai.

Kafe Kaleng ini menyediakan berbagai mainan jadul seperti congkak, ular tangga, Uno, dan Ludo. Ben menjelaskan tujuannya menempatkan beberapa permainan jadul adalah agar anak-anak milenial atau anak zaman sekarang dapat lebih akrab dengan mainan zaman dulu. Karena kebanyakan anak zaman sekarang lebih banyak menggunakan gawai, bahkan untuk bermain uno saja mereka memainkannya di aplikasi.

Ben sebagai owner Kafe Kaleng menuturkan bahwa ia sempat mencoba banyak hal selain mengoperasikan kafe. Beliau pernah membuka studio musik pada tahun 2004 sampai 2008. Namun, sayangnya, Kafe Kaleng hanya mampu bertahan selama 4 tahun beroperasi. “Saya menikah pada tahun 2007, dan istri saya melahirkan pada 2008, lalu saya memutuskan membuka kafe yang lama pada tahun 2009 agar bisa lebih lama di rumah,” terang Ben. “Karena jika saya melanjutkan mencari motor atau mobil bekas, saya keluar kota terus,” lanjutnya. Akhirnya Ben mencoba peruntungan dengan cara hal yang lain, beliau bahkan menjual alat musik yang ada di galerinya dulu.

“Saya bersyukur Suara USU mau meliput tempat saya ini. Agar mahasiswa dapat mengetahui ada kafe yang ramah di kantong, karena target pasar saya sih maunya semua kalangan. Makanya harganya standar kantong mahasiswa, mulai dari Rp5.000 sampai dengan Rp25.000 saja. Saya ingin anak-anak kos yang jarang masak dapat makan di sini, karena harganya terjangkau dan murah. Sangat worth it lah,” jelas Ben.

Ketika ditanya, beberapa pengunjung juga mengiyakan pernyataan Ben, “Kalau menurut saya, harganya sangat terjangkau di kantong saya sebagai mahasiswa, dengan harga Rp5.000 kita dapat menikmati fasilitas Kafe Kaleng, seperti Wi-Fi, Uno, ular tangga, dan congkak. Selain itu, anginnya sangat sejuk di lantai dua. Kafe Kaleng juga Instagram-able dengan nuansa retro, banyak spot-spot foto yang bagus,” jelas Angel sebagai pengunjung. Erika juga memberikan pendapat yang senada, “Jujur saya pertama kali ke Kafe Kaleng ini, dan saya kaget karena kafe ini memiliki harga yang murah dan rasanya enak. Pelayanannya juga cepat dan ramah.”

Kafe Kaleng ini buka dari jam 13.00 hingga 22.00 WIB. Jam operasional Kafe Kaleng yang cukup fleksibel memungkinkan mahasiswa menikmati suasana kafe ini setelah jam perkuliahan. Selain itu, di samping Kafe Kaleng sedang dalam tahap pembuatan galeri. Namun, belum sempat dibuka. Ben mengatakan sekarang usahanya sedang difokuskan pada kafe. Saat ini Kafe Kaleng belum memiliki cabang, dan direncanakan akan membuka cabang ke-2  beberapa waktu mendatang.

Yuk, jangan lewatkan pengalaman unik di Kafe Kaleng! Apakah Sobat SU sudah pernah berkunjung atau sudah punya kafe favorit sendiri di sekitar USU?

Redaktur: Yuni Hikmah

Related posts

Museum Perjuangan Pers Medan, Hasil Kecintaan Wartawan Senior Medan atas Pekerjaannya

redaksi

Rekomendasi Tempat Jual Cromboloni di Medan: Bake with Mae

redaksi

Bingo Street Food, Kafe Instagramable dengan Konsep Street Food di Medan

redaksi