Home Tulisan Kelompok 20 Intoleransi MKWK USU Laksanakan Sosialisasi Tolak Intoleransi pada Remaja
Tulisan

Kelompok 20 Intoleransi MKWK USU Laksanakan Sosialisasi Tolak Intoleransi pada Remaja

Share
Dokumentasi: Kelompok 20 Intoleransi MKWK

Oleh: Kelompok 20 Intoleransi MKWK

Suara USU, Medan. Sebagai bagian dari proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 2025, sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok 20 Intoleransi menyelenggarakan kegiatan edukasi di SMP Santo Thomas 4 Medan pada Sabtu (1/11). Program yang mengusung tema “Membangun Batasan Etika dalam Kebebasan Berekspresi di Media Sosial” ini ditujukan bagi 28 siswa dalam satu kelas.

Kegiatan ini dipimpin oleh Sammuel Audrey Simanjuntak selaku ketua kelompok dan merupakan bagian dari proyek pembelajaran MKWK yang bertujuan menanamkan dampak sosial positif. Kelompok 20 dalam menjalankan tugasnya dibimbing oleh Dr. Sahmiar Pulungan, M.Ag dan didampingi oleh mentor Dinda Rabihusna.

Sesi utama sosialisasi diisi dengan pemaparan mengenai apa itu kebebasan berekspresi, batasan etika di dunia digital, serta berbagai bentuk intoleransi yang bisa muncul di lingkungan sekolah maupun media sosial. Mahasiswa menjelaskan menggunakan disertai contoh situasi sehari-hari seperti mengejek teman karena perbedaan agama, penampilan, suku, atau latar belakang keluarga, lalu menjelaskan apa akibatnya.

Selain pemaparan, mahasiswa juga mengajak siswa bagaimana menyikapi unggahan yang mengandung ujaran kebencian atau bagaimana menegur teman yang suka meninggalkan komentar menyakitkan di ruang digital. Kegiatan dibuat lebih seru melalui permainan edukatif dan kuis. Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan menyenangkan dan penuh antusias.

Mahasiswa melihat kondisi ini sebagai tantangan sekaligus peluang, karena remaja SMP berada pada fase mencari jati diri dan sangat mudah terpengaruh oleh konten maupun komentar di dunia maya. Karena itu, mereka merasa pentung hadir langsung ke sekolah untuk berdialog dan belajar bersama mengenai cara menggunakan media sosial secara sehat dan menghargai perbedaan yang ada.

Sebagai bentuk kontribusi, Kelompok 20 juga menyerahkan sejumlah buku bacaan untuk perpustakaan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa edukasi tidak berhenti saat sosialisasi usai. Melalui buku-buku ini, mahasiswa berharap dapat membuka jendela dunia yang lebih luas bagi para siswa, serta mendorong tumbuhnya minat baca yang akan menjadi aset berharga di masa depan.

Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada pihak sekolah serta dilakukan dokumentasi bersama para siswa dan guru-guru.

Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan nyata untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim. Kegiatan ini juga memperkuat peran USU sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong mahasiswanya terliat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, melalui pembelajaran berbasis proyek.

Melalui proyek ini, mahasiswa berharap SMP Santo Thomas 4 Medan dapat terus mengembangkan budaya saling menghargai dan cegah perilaku Intoleransi, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.

Artikel ini merupakan tugas Kelompok 20 Intoleransi MKWK dengan Dosen Pengampu Dr. Sahmiar Pulungan, M. Ag.

Redaktur: Vimelia Hutapea

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.