
Oleh: Kelompok 25 MKWK Kesetaraan Gender
Suara USU, Medan. Kelompok Kesetaraan Gender 25 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukatif di SMA Santo Petrus Medan guna memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penerapan kesetaraan gender di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sekolah dan dihadiri oleh puluhan siswa-siswi kelas X, Senin (03/11/2025).
Kelompok 25 Kesetaraan Gender terdiri dari 19 mahasiswa-mahasiswi Universitas Sumatera Utara dari berbagai fakultas dan program studi. Kegiatan ini didampingi oleh Drs. Yance, M.Si selaku dosen pembimbing dan Maulana Aditya selaku Mentor.
Claudio Fernando Raharusun, ketua kelompok kesetaraan gender 25 menjelaskan ketidaksetaraan gender masih sering terjadi dalam beberapa aspek, salah satunya dalam aspek pendidikan. Ia juga menekankan bahwa dunia pendidikan memegang peran penting dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap isu gender.
“Tanpa kita sadari masih banyak stereotip yang terjadi di lingkungan kita. Sehingga membuat laki-laki dan perempuan merasa dibatasi untuk mengejar minat dan bakat mereka. Pendidikan merupakan wadah yang memegang peran penting untuk menyadarkan generasi muda terhadap pentingnya isu gender. Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini kesetaraan gender dapat terus berkembang, sehingga tidak ada lagi batasan bagi laki-laki dan perempuan untuk mengejar minat dan bakat mereka,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa Kelompok Kesetaraan Gender 25 berinteraksi langsung dengan para siswa sambil menyampaikan wacana edukatif seputar isu gender. Para siswa diajak berdiskusi mengenai contoh ketidaksetaraan yang terjadi di lingkungan sekolah serta pentingnya menghapus stereotip yang membatasi potensi mereka. Melalui penjelasan yang sederhana dan interaktif, pemateri menekankan bahwa kesetaraan gender harus diterapkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari agar tercipta lingkungan belajar yang lebih inklusif dan saling menghargai.
Mangantar Simbolon, S. Si, selaku kepala sekolah SMA Santo Petrus Medan turut mendukung kegiatan sosialisasi tersebut. Ia mengatakan bahwa walaupun kesetaraan gender di Indonesia sudah mulai menunjukkan perkembangan, tetapi masih diperlukan adanya sosialisasi lebih mendalam bagi kalangan muda untuk tetap dapat mempertahankan kesetaraan gender tersebut.
“Pada saat ini, setiap orang pasti tahu apa itu kesetaraan gender. Akan tetapi tidak semua orang tahu bagaimana praktiknya dan sejarahnya. Kami selaku pihak sekolah juga terus berupaya untuk meningkatkan moralitas siswa-siswi sebagai generasi muda,” ujar Mangantar Simbolon pada Senin, 3 November 2025.
Mahasiswa dan mahasiswi yang aktif dalam kegiatan ini yakni, Claudio Fernando Raharusun (250705079), Aloina Octaviani Sitepu (250200063), Esqi Ahsani Nisa (250501064), Helga Nora Paulina Gultom (250200445), Talitha Balqys Aurellia (250304074), Albert Ibrani Sidabutar (250401072), Cut Aisyaa Syafiyyah (250404122), Narnia Aprilia Br. Surbakti (250502178), Mico Natanael Siburian (250503128).
Dan, Kenia Valensia Br. Ginting (250701096), Sella Monita Br Ginting (251301163), Jelita Hati Sinurat (251402141), Mayza Fazira (250706048), Sri Ayuni Br. Silaban (250709093), Ernesto Gamaliel Jogi S (250802059), Rasa Manjari (250904011), Kristanto Gultom (250905044), Mesra Ulina Br. Simbolon (250907056), dan Syahara Amelia Sari (251101014)
Link YouTube : https://youtu.be/idEW6HToVUw?si=NenhhzkdRGb2BCP9
Artikel ini merupakan publikasi tugas proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 25 Kesetaraan Gender dengan dosen fasilitator Drs. Yance, M.Si
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment