Home Tulisan Mahasiswa USU Kelompok 85 Gelar Sosialisasi Pencegahan Perundungan di SMAN 1 Sunggal
Tulisan

Mahasiswa USU Kelompok 85 Gelar Sosialisasi Pencegahan Perundungan di SMAN 1 Sunggal

Share

Oleh: Kelompok 85 Anti Perundungan

Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok 85 Proyek MKWK Perundungan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Penerapan Design Thinking untuk Pengembangan Model Program Pencegahan dan Penanganan Perundungan” di SMA Negeri 1 Sunggal, Jumat (7/11). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus merancang solusi yang lebih relevan melalui pendekatan kreatif berbasis pengalaman remaja.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai fakultas di USU. Mereka dibimbing oleh Dr. Zulfi Chairi, S.H., M.Hum selaku dosen fasilitator, serta Syifa Syaharina Hafidza sebagai mentor. Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek dalam Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), mahasiswa menerapkan metode Design Thinking untuk membantu siswa mengidentifikasi permasalahan perundungan dan merumuskan langkah pencegahannya.

Selama sosialisasi, mahasiswa memaparkan materi mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak psikologis dan sosial, faktor penyebab, serta cara melaporkan kasus dengan aman. Penyampaian disertai video edukatif, diskusi interaktif, ice breaking, dan permainan kolaboratif untuk mendorong keterlibatan aktif siswa.

Tingginya antusiasme terlihat dari sesi tanya jawab, pembagian pengalaman, hingga partisipasi dalam kuis dan aktivitas kelompok. Mahasiswa juga memfasilitasi aktivitas empati bagian dari proses untuk membantu siswa memahami bahwa tindakan kecil dapat memberi dampak besar bagi kesehatan mental teman sebaya.

Ketua Kelompok 85, Arina Maria Meilani Sihombing, menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa perundungan bukan hanya persoalan individu, tetapi isu sosial yang membutuhkan dukungan bersama.

“Kami ingin siswa merasa bahwa mereka punya peran penting. Melalui Design Thinking, mereka bukan hanya diberi materi, tetapi diajak memikirkan solusi yang sesuai dengan realitas mereka sendiri,” ujar Arina.

Pihak sekolah memberikan dukungan penuh. Guru pendamping serta Pembina Ekskul PIK-R turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan sampai penyusunan rumusan program anti-perundungan yang dapat digunakan oleh PIK-Remaja Young Generation pada kegiatan sekolah selanjutnya.

Suasana semakin hidup dengan ice breaking “Batuk Botak Batik”, permainan kolaboratif, serta pemberian hadiah bagi siswa aktif. Di akhir acara, panitia dan peserta bernyanyi bersama sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan antar-siswa.

Salah satu siswa SMAN 1 Sunggal menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka pandangan baru mengenai bentuk-bentuk perundungan.

“Kami jadi lebih paham bahwa perundungan itu bukan cuma fisik, kadang ucapan juga menyakiti. Setelah kegiatan ini, kami jadi lebih berani melapor dan lebih peduli sama teman,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 85 berhasil merancang rancangan awal model program pencegahan dan penanganan perundungan, mencakup alur pelaporan aman, panduan kegiatan PIK-R, serta media edukasi anti-perundungan yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh sekolah.

Proyek MKWK Kelompok 85 di SMAN 1 Sunggal diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Program ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran berbasis empati, kolaborasi, dan pemberdayaan sosial yang menjadi inti MKWK USU.

Link video dokumentasi: YouTube — cek video kegiatan: https://youtu.be/cklGBoAKNoo?si=OxoGzKpzWqsGsKNH

Artikel merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 85 Anti Perundungan dengan dosen fasilitator Dr. Zulfi Chairi, S.H., M.Hum

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.