
Oleh: Kelompok MKWK 45 Perundungan
Suara USU, Medan. Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 45 Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan edukasi bagaimana mencegah bullying di SMAN 4 Medan, Senin (20/10/2025).
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 45 Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan kegiatan pendidikan karakter berbasis empati sebagai upaya pencegahan bullying di SMA Negeri 4 Medan pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak perundungan sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas kekerasan. Program ini terlaksana dengan pendampingan Dosen Fasilitator Prof. Dr. Dwi Widayati, M.Hum., serta Mentor Vioura Inri Philia Barus.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi interaktif mengenai bentuk-bentuk bullying, penyebab terjadinya, serta dampak psikologis, sosial, dan akademik terhadap korban. Mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya empati sebagai pondasi relasi sosial yang sehat melalui diskusi, video edukasi, dan studi kasus.
“Pemahaman empati membantu siswa menyadari bahwa satu tindakan kecil dapat berdampak besar bagi orang lain. Ketika empati tumbuh, bullying otomatis menurun,” ujar salah satu pemateri dari Kelompok 45.
Mahasiswa memfasilitasi sesi role play untuk membantu siswa memahami sudut pandang pelaku, korban, dan penolong bullying. Sesi ini terbukti membantu siswa memproses situasi perundungan secara lebih mendalam.
Sesi sharing juga digelar untuk memberi ruang bagi siswa mengungkapkan pengalaman terkait tindakan perundungan yang pernah mereka lihat atau alami. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 33 dari 36 siswa pernah mengalami atau menyaksikan bentuk bullying, terutama bullying verbal.
Kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking, kuis berhadiah, serta permainan edukatif yang memperkuat kerja sama dan menciptakan suasana belajar yang interaktif.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah. “Pencegahan bullying harus dilakukan secara sistematis. Kehadiran mahasiswa USU sangat membantu kami memperkuat pendidikan karakter di sekolah,” ujar Humas SMA Negeri 4 Medan. Pihak sekolah juga berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut sebagai program rutin.
Kegiatan ditutup dengan pemberian plakat kepada Humas SMA Negeri 4 Medan sebagai tanda penghargaan, pemasangan spanduk kampanye anti-bullying, serta sesi foto bersama. Kelompok 45 juga menyiapkan dokumentasi video sebagai bagian dari kampanye digital yang dapat diakses oleh siswa dan masyarakat luas.
Mahasiswa berharap nilai empati dapat diinternalisasi sebagai budaya dasar di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan mampu menurunkan angka perundungan sekaligus mendorong terciptanya iklim belajar yang lebih aman, kondusif, dan menghargai keberagaman.
Link YouTube:
Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 45 Perundungan dengan dosen fasilitator Dr. Dwi Widayati, M.Hum.,
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment