Home Tulisan Kelompok MKWK Perundungan 95 USU Gelar Sosialisasi Penghapusan Praktik Senioritas di MAN 1 Medan
Tulisan

Kelompok MKWK Perundungan 95 USU Gelar Sosialisasi Penghapusan Praktik Senioritas di MAN 1 Medan

Share

Oleh: Kelompok 95 Perundungan MKWK

Suara USU, Medan.  Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok MKWK Perundungan 95 berhasil melaksanakan proyek pembelajaran berbasis sosialisasi di MAN 1 Medan. Kegiatan ini berfokus pada pemberian edukasi mengenai dampak perundungan kepada para siswa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran mereka terhadap bahaya perilaku tersebut. Melalui sosialisasi ini, para mahasiswa berhasil menghasilkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai bentuk, konsekuensi, dan cara mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Program sosialisasi anti-perundungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung tercapainya tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16 yang berfokus pada Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Perundungan (bullying) masih menjadi isu serius di lingkungan pendidikan Indonesia, terutama pada jenjang sekolah dasar dan menengah. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus perundungan masih menunjukkan tren peningkatan setiap tahun, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan verbal dan digital. Merespons kondisi tersebut, tim mahasiswa Kelompok 95 Perundungan bersama dosen fasilitator, Ibu Dra. Salliyanti, M.Hum., serta mentor Deo Gorga Epiphanias Anugerah Hutabalian, berinisiatif menyelenggarakan program edukasi di MAN 1 Medan untuk menekan praktik perundungan sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan suportif bagi seluruh siswa.

Program ini dilaksanakan dengan pendekatan edukasi partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami dampak dan pencegahan perundungan. Kegiatan utama meliputi penyampaian materi mengenai jenis-jenis bullying dan langkah penanganannya, pemaparan studi kasus, ncluding salah satu insiden perundungan yang terjadi di Universitas Udayana serta pelaksanaan permainan edukatif dan sesi tanya jawab guna memastikan pemahaman siswa. Selain itu, diberikan pula apresiasi berupa hadiah bagi siswa yang berpartisipasi aktif untuk mendorong keterlibatan dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Kelompok Proyek 95 Perundungan terdiri atas 20 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara (USU). Nauval Alfadhilah selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara penanganan kasus perundungan di sekolah. Ia menegaskan, “Program sosialisasi ini kami lakukan untuk menghilangkan praktik bullying dan praktik senioritas di sekolah sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta suportif bagi seluruh siswa.”

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berhasil melibatkan 70 siswa dari dua kelas tingkat X yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Berdasarkan hasil evaluasi, terlihat peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara melaporkan tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman dan bebas dari praktik senioritas maupun perundungan.

Sosialisasi anti-perundungan di MAN 1 Medan diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi terciptanya lingkungan sekolah yang lebih inklusif. Melalui peningkatan kesadaran mengenai bahaya bullying dan penguatan perspektif bahwa senioritas perlu dialihkan menjadi kepemimpinan positif, kegiatan ini membuka ruang dialog yang konstruktif antara siswa, guru, dan mahasiswa. Program lanjutan seperti mentoring, pelatihan kepemimpinan, dan kolaborasi antarangkatan juga direncanakan untuk memperkuat dampak kegiatan ini. Seluruh inisiatif tersebut sejalan dengan visi USU dan kebijakan Merdeka Belajar, sekaligus membuktikan bahwa pendekatan interaktif dan empatik efektif dalam membangun kesadaran serta mendorong perubahan nyata di MAN 1 Medan.

Artikel ini merupakan publikasi media massa dari Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Perundungan dengan dosen pembimbing Dra. Salliyanti, M.Hum.

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.