SUARA USU
Kabar Kampus

Keluhan Terhadap Kondisi Halte Linus yang Memprihatinkan

Reporter: Zalfaa Tirta & Raja Kuat

Suara USU, Medan. Lintas USU (Linus) adalah layanan transportasi internal yang disediakan oleh Universitas Sumatera Utara untuk memudahkan mobilitas mahasiswa di dalam kampus. Linus beroperasi di setiap hari kuliah, mulai dari pukul 07.00 sampai 16.30 WIB. Saat ini, Linus memiliki 18 titik pemberhentian yang tersebar dari Pintu 1 hingga Pintu 4. Mahasiswa yang ingin menggunakan Linus harus menunggu di halte-halte yang telah disediakan di setiap titik pemberhentian tersebut.

Pada umumnya, pengguna wajib menunggu di halte jika hendak menggunakan Linus. Sayangnya, kondisi halte sekarang terlihat sangat kurang memadai dan kurang terawat. Beberapa masalah yang sering ditemui seperti tempat duduk halte yang catnya mengelupas, berkarat, bahkan sudah patah. Selain itu, ukuran halte yang dianggap terlalu kecil untuk beberapa titik pemberhentian. Contohnya, Halte Asrama Putri yang berada di dekat Pintu Sumber. Banyaknya mobilitas naik-turun di titik ini menyebabkan mahasiswa harus berdesakan hanya untuk sekadar berteduh, terutama saat panas terik atau hujan.

Selain kondisi halte yang memprihatinkan, faktanya sampai saat ini masih ada titik pemberhentian Linus yang tidak memiliki halte fisik, seperti di depan Fakultas Farmasi dan di dekat Fakultas Vokasi. Mahasiswa yang menunggu di tempat pemberhentian yang tidak memiliki halte fisik, harus menghadapi berbagai ketidaknyamanan. Mereka terpaksa menunggu di pinggir jalan, tanpa tempat duduk, dan tanpa atap untuk berteduh dari cuaca panas ataupun hujan.

“Nunggu setengah jam sambil berdiri panas panasan, kan gak dapet tempat duduk. Mau berdiri didalam haltenya pun males karena haltenya juga sempit, berdesakan sama yang lain makin sumpek,” ujar salah satu mahasiswa penguna Linus.

Selain halte di Kampus 1 USU, Kampus 2 yang berlokasi di Kwala Bekala juga menghadapi masalah serupa. Di sana, belum ada halte yang disediakan, sehingga mahasiswa harus menunggu di sekitar area kampus atau di pendopo yang berada di sekitar lapangan parkir untuk menaiki dan menuruni Linus. Kondisi ini tentu semakin menambah ketidaknyamanan mahasiswa.

Mengalami kejadian ini, banyak mahasiswa berharap agar pihak kampus bersedia melakukan perbaikan dan menambah lokasi halte fisik di beberapa titik yang belum tersedia.

“Semoga haltenya ditambah bangkunya biar gak cape berdiri pas nunggu, bangkunya juga pada rusak. Halte sebrang Fisip juga bau karena dekat dengan tempat sampah, yah semoga lebih diperhatikan sih,” harap salah satu mahasiswa pengguna setia Linus.

Redaktur: Duwi Cahya


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

KAMMI Sekawasan USU Adakan Seminar Nasional Bertajuk, Beyond the Limit: Be The Best Student Do Not Be General One

redaksi

Himagrotek Peduli: Bakti Sosial Bertajuk Penggalangan Dana Oleh HIMAGROTEK FP USU

redaksi

Berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK, Prodi Sastra Indonesia USU Sukses Gelar Kuliah Daring Bersama

redaksi