SUARA USU
Opini

Korupsi di Lingkungan Organisasi Mahasiswa, Jangan Jadi Budaya!

Oleh: Affif Nikki Anwar

Suara USU, Medan. Organisasi mahasiswa yang seharusnya menjadi sarana bagi pembelajaran, pertumbuhan, dan pengembangan potensi, kini semakin terjerat dalam situasi yang kelam karena meningkatnya kasus korupsi. Praktik korupsi di kalangan mahasiswa telah mengguncang struktur kehidupan kampus dan menghadirkan ancaman serius bagi masa depan generasi penerus.

Berbagai kasus korupsi di lingkungan organisasi mahasiswa kian mengemuka. Dana organisasi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, pembinaan, dan pengembangan kegiatan organisasi, justru disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Penyalahgunaan dana, dan manipulasi keuangan adalah beberapa contoh praktik korupsi yang semakin merajalela.

Sebagai contoh, banyak dari organisasi mahasiswa yang mengadakan kegiatan pembinaan ataupun pengembangan, yang mana banyak pemalsuan dana dilakukan oleh oknum-oknum terkait untuk kepentingan pribadi oknum itu. Segala upaya dilakukan demi mencari uang pada kegiatan apapun.

Kasus korupsi di lingkungan organisasi mahasiswa juga menghambat perkembangan potensi mahasiswa. Dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan dan pengembangan minat dan bakat mahasiswa, malah berakhir di tangan segelintir individu yang memperkaya diri sendiri.

Untuk mengatasi maraknya korupsi di lingkungan organisasi mahasiswa, transparansi dan akuntabilitas haruslah ditingkatkan dalam pengelolaan dana organisasi. Laporan keuangan harus terbuka untuk umum, sehingga anggota organisasi dan pihak terkait dapat mengawasi penggunaan dana secara tepat dan melaporkan kepada pihak yang berwenang jika terjadi penyimpangan.

Redaktur: Anna Fauziah Pane 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Kekuatan Me Time: Mengapa Mahasiswa Harus Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri?

redaksi

Metode Belajar Sistem Kebut Semalam: Apakah Efektif?

redaksi

Memahami Dominasi Laki-laki di Fakultas Teknik Sebagai Bentuk Ketidaksetaraan Gender

redaksi